Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

dendeng

nomina

Definisi Sederhana

dendeng adalah daging sayatan yang dirempahi dan dikeringkan: Dendeng sapi; dendeng rusa.

Definisi Utama

nomina(1 arti)

  1. daging sayatan yang dirempahi dan dikeringkan: Dendeng sapi; dendeng rusa

Etimologi

  • Pinjaman dari bahasa Jawa dhèndhèng (ḍenḍeng) 'daging sayatan yg dirempahi dan dikeringkan', dari bahasa Jawa Kuno ḍeṅ (= ḍeng) 'daging kering' PMJ (Proto-Malayo-Javanic) *Daiŋ ‘mengeringkan ikan atau daging’ secara teratur menjadi bahasa Melayu daing, sesudah *D menjadi d. Dalam bahasa Jawa *D tidak menjadi r seperti dalam banyak kata lain, melainkan menjadi konsonan retrofleks [ḍ]. Urutan vokal *ai menjadi e [ɛ] sehingga refleks Jawanya muncul sebagai ḍeng [ḍɛŋ]. Oleh karena bahasa Jawa menghindari kata monosilabik, kata ini direduplikasikan. Sesudah terjadi reduplikasi, [ŋ] di depan [ḍ] mengalami asimilisai parsial dan menjadi [n], sehingga hasilnya ḍenḍeng. Kata ini dipinjam bahasa Melayu. Konsonan retrofleks bahasa Jawa [ḍ] selalu menjadi bahasa Melayu d [d], karena bunyi retrofleks tidak ada dalam bahasa Melayu. Kata ini ditemukan dalam Malay Concordance Project. (Bernd Nothofer. 2013. Pengantar Etymologi)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa Arti "dendeng"?
1. (nomina) daging sayatan yang dirempahi dan dikeringkan: Dendeng sapi; dendeng rusa
Dari Mana Asal Kata "dendeng"?
Pinjaman dari bahasa Jawa dhèndhèng (ḍenḍeng) 'daging sayatan yg dirempahi dan dikeringkan', dari bahasa Jawa Kuno ḍeṅ (= ḍeng) 'daging kering' PMJ (Proto-Malayo-Javanic) *Daiŋ ‘mengeringkan ikan atau daging’ secara teratur menjadi bahasa Melayu daing, sesudah *D menjadi d. Dalam bahasa Jawa *D tidak menjadi r seperti dalam banyak kata lain, melainkan menjadi konsonan retrofleks [ḍ]. Urutan vokal *ai menjadi e [ɛ] sehingga refleks Jawanya muncul sebagai ḍeng [ḍɛŋ]. Oleh karena bahasa Jawa menghindari kata monosilabik, kata ini direduplikasikan. Sesudah terjadi reduplikasi, [ŋ] di depan [ḍ] mengalami asimilisai parsial dan menjadi [n], sehingga hasilnya ḍenḍeng. Kata ini dipinjam bahasa Melayu. Konsonan retrofleks bahasa Jawa [ḍ] selalu menjadi bahasa Melayu d [d], karena bunyi retrofleks tidak ada dalam bahasa Melayu. Kata ini ditemukan dalam Malay Concordance Project. (Bernd Nothofer. 2013. Pengantar Etymologi)
Sumber: Wiktionary IndonesiaLihat Sumber Asli — Lisensi CC-BY-SA-3.0 — Diperbarui