Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Jurnal

Bahasa yang Hidup, Dirawat Kata per Kata

Artikel mendalam tentang Bahasa Indonesia: etimologi, sejarah kata, kata baru, dan pergeseran makna. Ditulis dan dirawat oleh tim redaksi artikata.id.

↳ Berlangganan RSS

Pilihan RedaksiUmum

Tanda Kurung, Kurung Siku, dan Garis Miring dalam EYD V

Panduan ringkas memakai ( ), [ ], dan / dengan benar, lengkap dengan contoh untuk pelajar dan penulis.

Tiga tanda baca ini sering dianggap remeh: sepasang tanda kurung ( ), kurung siku [ ], dan sebilah garis miring /. Padahal, di dalam Ejaan Bahasa Indonesia edisi kelima (EYD V), yang berlaku sejak 2022, masing-masing memikul tugas yang…

·3 menit baca

  1. Umum· 3 menit baca

    Kata Seru (Interjeksi): Jenis, Ciri, dan Aturan Tanda Bacanya

    Mengenal kata seru dalam bahasa Indonesia, dari wah dan astaga hingga aduh, lengkap dengan jenis berdasarkan emosi, ciri-ciri, serta aturan koma dan tanda serunya.

    Perhatikan percakapan sehari-hari: "Wah, keren!", "Aduh, sakit!", "Ih, geli!" Kata-kata pendek yang meledak di depan kalimat itu terdengar sepele, tetapi punya nama dan aturan sendiri dalam tata bahasa Indonesia.…

    Baca selengkapnya →

  2. Umum· 4 menit baca

    Kata Bilangan (Numeralia): Jenis, Contoh, dan Aturan Menulisnya

    Dari bilangan pokok sampai bilangan tak tentu, lengkap dengan aturan penulisan yang sering keliru seperti ke-2 dan kedua.

    Setiap hari kita menghitung tanpa sadar: satu cangkir kopi, buku kedua di rak, beberapa pesan yang belum dibalas. Semua kata yang menyebut jumlah, urutan, atau kuantitas itu bernaung di bawah satu payung dalam tata…

    Baca selengkapnya →

  3. Umum· 4 menit baca

    Cara Menulis Surat Resmi: Bagian, Aturan Baku, dan Kesalahan Umum

    Panduan menyusun surat dinas dari kepala surat sampai tembusan, lengkap dengan aturan tanggal, alamat, dan daftar kekeliruan yang paling sering muncul.

    Surat resmi bukan sekadar formalitas berhuruf tebal. Ia adalah wajah sebuah lembaga: satu titik yang salah tempat atau satu sapaan yang berlebihan bisa membuat maksud penting terlihat ceroboh. Kabar baiknya, aturan…

    Baca selengkapnya →

  4. Umum· 3 menit baca

    Beda Peribahasa, Pepatah, Bidal, dan Ungkapan

    Satu payung besar dengan beberapa cabang, dan cara mudah membedakan empat istilah yang kerap tertukar.

    Banyak orang menyebut semua kalimat bijak warisan leluhur sebagai peribahasa, lalu bingung ketika guru bahasa memisahkan pepatah, bidal, dan ungkapan. Padahal keempat istilah itu tidak saling bertukar secara bebas. Ada…

    Baca selengkapnya →

  5. Etimologi· 4 menit baca

    Jejak Persia dalam Bahasa Indonesia: Kata yang Datang Lewat Dagang dan Sastra

    Dari anggur hingga takhta, sejumlah kata sehari-hari menyimpan perjalanan panjang dari dataran Persia.

    Sebagian kata yang terdengar paling "Indonesia" sebenarnya perantau jauh. Ketika kita menyeruput anggur, mengagumi seorang pahlawan, atau duduk dalam sebuah dewan, kita sedang memakai kosakata yang menempuh perjalanan…

    Baca selengkapnya →

  6. Etimologi· 4 menit baca

    Asal Usul Nama Hari dalam Bahasa Indonesia: Warisan Angka dari Bahasa Arab

    Dari Senin sampai Kamis kita sebenarnya sedang berhitung dalam bahasa Arab, dan satu hari bahkan memikul dua nama sekaligus.

    Setiap kali menyebut Senin, Selasa, atau Rabu, sebenarnya kita sedang menghitung dalam bahasa Arab tanpa menyadarinya. Lima dari tujuh nama hari dalam bahasa Indonesia bukan label yang berdiri sendiri, melainkan angka…

    Baca selengkapnya →

  7. Umum· 4 menit baca

    Tanda Petik dan Tanda Petik Tunggal: Panduan Lengkap EYD V

    Kapan memakai tanda petik ganda, kapan yang tunggal, dan di mana meletakkan tanda baca lain menurut EYD V, lengkap dengan contoh dan kesalahan yang sering terjadi.

    Tanda petik terlihat sepele, hanya dua goresan kecil yang mengapung di kiri dan kanan kata. Namun begitu kita menulis dialog, mengutip ucapan seseorang, atau menandai istilah asing, tanda mungil ini menentukan apakah…

    Baca selengkapnya →

  8. Umum· 3 menit baca

    Lima Jenis Karangan: Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, Persuasi

    Ciri, tujuan, contoh singkat, dan cara cepat membedakan lima bentuk karangan dalam bahasa Indonesia.

    Menulis satu paragraf tentang hujan bisa menghasilkan lima naskah yang sangat berbeda. Yang membedakan bukan temanya, melainkan niat penulis: mau bercerita, menggambar, menjelaskan, meyakinkan, atau mengajak. Dari lima…

    Baca selengkapnya →

  9. Umum· 4 menit baca

    Paragraf: Syarat, Unsur, dan Cara Menyusunnya dengan Runtut

    Mengenal kesatuan dan kepaduan, kalimat topik dan penjelas, letak gagasan utama, serta lima pola pengembangan yang membuat tulisan mengalir.

    Sebuah tulisan yang baik jarang lahir dari kalimat yang berdiri sendiri-sendiri. Ia dirangkai menjadi paragraf, satuan terkecil yang membawa satu gagasan utuh dari penulis kepada pembaca. Ketika paragraf tersusun rapi,…

    Baca selengkapnya →

  10. Umum· 3 menit baca

    Kalimat Langsung dan Tak Langsung: Aturan Tanda Baca dan Cara Mengubahnya

    Panduan ringkas membedakan kutipan persis dan laporan ulang, lengkap dengan aturan tanda petik serta tabel perubahan kata ganti dan keterangan waktu.

    Setiap hari kita menirukan ucapan orang lain, entah saat bercerita kepada teman atau menulis laporan. Ada dua cara melakukannya: mengutip persis kata demi kata, atau melaporkannya kembali dengan bahasa sendiri. Pilihan…

    Baca selengkapnya →

  11. Umum· 4 menit baca

    Kata Ganti (Pronomina): Jenis, Fungsi, dan Bentuk Hormat

    Panduan ringkas empat jenis kata ganti dalam bahasa Indonesia - persona, penunjuk, penanya, dan tak takrif - lengkap dengan cara memilih bentuk hormat seperti Anda dan beliau.

    Bayangkan berbicara tanpa kata ganti: setiap kalimat harus mengulang nama lengkap orang yang kita maksud. Pronomina, atau kata ganti, hadir justru untuk menghindari itu - ia menggantikan nomina agar tuturan lebih…

    Baca selengkapnya →

  12. Umum· 3 menit baca

    Pemenggalan Kata Menurut EYD V: Aturan Lengkap dan Contoh

    Panduan memisah suku kata dengan benar, dari vokal rangkap dan diftong hingga kata berimbuhan.

    Pernah ragu saat harus memindahkan sebagian kata ke baris berikutnya? Salah menaruh tanda hubung bisa membuat "saudara" terbaca janggal sebagai "sa-udara", atau memaksa pembaca berhenti sejenak untuk menebak maksud…

    Baca selengkapnya →

  13. Umum· 4 menit baca

    Ragam Bahasa: Kapan Harus Baku, Kapan Boleh Santai

    Bahasa Indonesia punya banyak wajah. Mengenali ragam baku, santai, lisan, tulis, hingga ragam bidang membantumu memilih yang paling pas untuk setiap situasi.

    Pernahkah kamu menulis "gue" di grup chat teman, lalu berganti menjadi "saya" saat mengirim surel kepada dosen? Perpindahan itu bukan kebetulan. Bahasa Indonesia memiliki banyak wajah, dan setiap wajah punya tempatnya…

    Baca selengkapnya →

  14. Etimologi· 4 menit baca

    Dari "Photo" ke "Foto": Cara Kerja Kata Serapan dalam EYD V

    Bagaimana bahasa Indonesia menyesuaikan ejaan kata asing - tiga cara penyerapan, pola bunyi yang berubah, dan bentuk lama yang masih beredar.

    Setiap kali Anda mengetik "foto", "komputer", atau "unduh", Anda sedang memakai kata asing yang sudah dijinakkan. Bahasa Indonesia tidak pernah menolak kata dari luar; ia menyambut tamu itu, lalu merapikannya agar…

    Baca selengkapnya →

  15. Umum· 3 menit baca

    Empat Jenis Kalimat Menurut Fungsinya: Berita, Tanya, Perintah, dan Seru

    Cara membedakan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif lengkap dengan ciri, contoh, dan tanda baca yang tepat.

    Setiap kali kita menulis pesan atau berbicara, sebenarnya kita sedang memilih jenis kalimat - meski jarang menyadarinya. Ada kalimat yang memberi tahu, ada yang bertanya, ada yang menyuruh, dan ada yang meluapkan…

    Baca selengkapnya →

  16. Umum· 4 menit baca

    Preposisi Bahasa Indonesia: Panduan 'di', 'ke', 'dari', dan Kata Depan Lainnya

    Dari aturan penulisan terpisah hingga membedakan 'ke' dengan 'kepada' serta 'dari' dengan 'daripada'.

    Kata depan sering dianggap remeh, hanya dua atau tiga huruf yang terselip di antara kata lain. Namun justru preposisi inilah yang menentukan apakah sebuah kalimat terasa rapi atau berantakan. Salah menempatkan "di",…

    Baca selengkapnya →

  17. Umum· 4 menit baca

    Verba Transitif dan Intransitif: Cara Mudah Membedakannya

    Kenali kata kerja yang butuh objek dan yang tidak, lengkap dengan dua uji cepat, verba dwitransitif, dan petunjuk dari imbuhan.

    Coba ucapkan dua kalimat pendek ini: "Adik menendang" dan "Adik tidur". Kalimat kedua terasa utuh, tetapi yang pertama membuat kita menggantung dan bertanya: menendang apa? Rasa belum selesai itulah kunci untuk…

    Baca selengkapnya →

  18. Umum· 4 menit baca

    SPOK: Mengenal Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan

    Panduan ringkas membedah unsur kalimat bahasa Indonesia, lengkap dengan cara membedakan objek, pelengkap, dan keterangan beserta pola-pola dasarnya.

    Setiap kalimat yang kita ucapkan sebenarnya tersusun dari potongan-potongan yang bertugas jelas. Saat sebuah kalimat terasa janggal, sering kali penyebabnya bukan kata yang salah, melainkan unsur yang tidak pada…

    Baca selengkapnya →

  19. Umum· 4 menit baca

    Homofon dan Homograf: Saat Bunyi atau Tulisan Saling Menyamar

    Kenapa "bank" dan "bang" terdengar sama, sementara "apel" bisa berarti buah sekaligus upacara - dan apa bedanya dengan homonim.

    Coba ucapkan "bank" dan "bang" keras-keras. Telinga Anda hampir tidak bisa membedakannya, padahal yang satu tempat menyimpan uang dan yang lain panggilan untuk kakak laki-laki. Sekarang baca "apel" dalam kalimat "saya…

    Baca selengkapnya →

  20. Umum· 4 menit baca

    Diksi: Seni Memilih Kata yang Tepat, Sesuai, dan Lazim

    Mengapa "mati", "meninggal", dan "wafat" tidak bisa saling menggantikan begitu saja, dan bagaimana konteks menentukan pilihan kata yang terbaik.

    Dua kalimat bisa menyampaikan maksud yang sama, tetapi terasa sangat berbeda. "Ayahnya sudah mati" dan "Ayahnya telah wafat" sama-sama mengabarkan kematian, namun yang satu terdengar kasar dan yang lain penuh hormat.…

    Baca selengkapnya →

  21. Umum· 4 menit baca

    Kalimat Majemuk: Setara, Bertingkat, dan Campuran beserta Tanda Bacanya

    Mengenali tiga jenis kalimat majemuk lewat ciri, contoh, dan aturan koma sesuai EYD agar tulisan lebih rapi dan logis.

    Pernahkah Anda menulis kalimat panjang, lalu ragu di mana koma harus dibubuhkan? Kebingungan itu biasanya muncul karena kalimat tersebut bukan kalimat tunggal lagi, melainkan kalimat majemuk, yaitu gabungan dua klausa…

    Baca selengkapnya →

  22. Umum· 4 menit baca

    Aturan Penulisan Angka dan Bilangan Menurut EYD V

    Kapan memakai huruf, kapan memakai angka, dan cara menulis tanggal, mata uang, serta pemisah ribuan yang benar

    Hampir setiap tulisan menyentuh angka: harga, tanggal, jumlah peserta, urutan juara. Anehnya, justru di sinilah banyak orang tergelincir. "Lima orang" atau "5 orang"? "Ke-2" atau "kedua"? "Rp10.000" atau "Rp 10,000"?…

    Baca selengkapnya →

  23. Umum· 4 menit baca

    Kapan Memakai Huruf Miring (Italic) Menurut EYD V

    Tiga aturan resmi, satu pengecualian penting, dan cara menandai italic saat menulis tangan

    Pernah ragu apakah kata deadline perlu dimiringkan, atau cukup ditulis tegak begitu saja? Huruf miring sering dipakai asal-asalan, padahal aturannya sebenarnya pendek dan jelas. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan…

    Baca selengkapnya →

  24. Umum· 4 menit baca

    Kalimat Efektif: Ciri, Contoh, dan Cara Menyusunnya

    Mengenali enam ciri kalimat efektif dan membedakannya dari kalimat yang sekadar benar secara tata bahasa.

    Pernahkah Anda membaca sebuah kalimat yang secara tata bahasa benar, tetapi terasa bertele-tele dan sulit dipahami? Banyak tulisan, mulai dari skripsi hingga surat lamaran, gagal menyampaikan maksud bukan karena salah…

    Baca selengkapnya →

  25. Umum· 4 menit baca

    Cara Menulis Gelar Akademik dan Profesi yang Benar Menurut EYD V

    Panduan lengkap tanda titik, koma, dan singkatan baku gelar - dari "S.H." sampai bedanya "Dr." dan "dr." yang sering tertukar.

    Sebuah undangan, papan nama, atau tanda tangan email kerap membuat orang ragu sejenak: di mana koma diletakkan, kapan titik dipakai, dan kenapa "Dr." dan "dr." sebenarnya dua hal yang berbeda. Penulisan gelar tampak…

    Baca selengkapnya →

  26. Umum· 4 menit baca

    Tingkat Perbandingan Adjektiva: Cara Tepat Memakai Daripada, Se-, dan Paling

    Memahami tiga tingkat perbandingan kata sifat dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan contoh yang sering keliru

    Pernahkah Anda ragu menulis "lebih baik dari" atau "lebih baik daripada"? Atau bingung kapan harus memakai "ter-" dan kapan cukup "paling"? Kebimbangan semacam ini wajar, sebab perbandingan adalah salah satu pekerjaan…

    Baca selengkapnya →

  27. Umum· 4 menit baca

    Akhiran -nya: Satu Klitik, Banyak Peran dalam Bahasa Indonesia

    Mengurai fungsi-fungsi utama -nya dan kapan menulisnya tetap serangkai

    Bayangkan satu suku kata kecil yang menempel di ujung kata dan diam-diam mengubah maknanya. Itulah -nya. Dalam satu kalimat ia menandakan kepemilikan, di kalimat berikut ia menegaskan benda yang sudah kita kenal, lalu…

    Baca selengkapnya →

  28. Etimologi· 4 menit baca

    Unduh Menang, Surel Kalah: Memetakan Padanan Kata Serapan Digital

    Mengapa sebagian istilah Indonesia mengalahkan kata Inggrisnya, dan sebagian lagi tidak pernah dipakai

    Setiap hari kita menekan tombol "unduh" tanpa berpikir, tetapi tetap mengetik "email" alih-alih "surel". Dua kata itu sama-sama padanan resmi buatan Badan Bahasa, lahir dari semangat yang sama, tetapi nasibnya berbeda…

    Baca selengkapnya →

  29. Umum· 4 menit baca

    Mengenal Konjungsi Bahasa Indonesia: Jenis, Fungsi, dan Kesalahan yang Sering Terjadi

    Panduan ringkas memahami kata penghubung koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat beserta contoh pemakaiannya

    Coba bayangkan sebuah kalimat tanpa kata sambung. Ide-ide akan tampil sebagai potongan yang berdiri sendiri, kaku, dan sulit dirangkai menjadi alur yang utuh. Di sinilah konjungsi bekerja diam-diam: ia menjembatani…

    Baca selengkapnya →

  30. Umum· 4 menit baca

    Frasa, Klausa, dan Kalimat: Tiga Tingkat Bahasa yang Sering Tertukar

    Memahami hierarki kata, frasa, klausa, hingga kalimat lewat ciri dan contoh sederhana

    Banyak orang menulis dengan lancar tanpa pernah memikirkan istilah frasa, klausa, atau kalimat. Padahal saat sebuah tulisan terasa janggal atau "kalimatnya belum selesai", biasanya akar masalahnya ada di sini. Ketiganya…

    Baca selengkapnya →

  31. Umum· 4 menit baca

    Kalimat Aktif dan Pasif: Ciri, Cara Mengubah, dan Kapan Memakainya

    Memahami perbedaan subjek pelaku dan penderita, lengkap dengan contoh transformasi yang bisa langsung dipraktikkan

    Coba bandingkan dua kalimat ini: "Petani memanen padi" dan "Padi dipanen petani." Maknanya sama, tetapi rasa dan penekanannya berbeda. Yang pertama menyorot pelakunya, yang kedua menyorot apa yang dikerjakan. Kemampuan…

    Baca selengkapnya →

  32. Umum· 4 menit baca

    Mengenal Sepuluh Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

    Peta lengkap nomina, verba, hingga artikula yang membuat kalimat Anda lebih rapi dan tepat

    Setiap kalimat yang Anda baca hari ini, dari pesan singkat sampai berita di koran, sebenarnya dirakit dari potongan-potongan kata yang punya tugas berbeda. Ada kata yang menyebut benda, ada yang menyatakan tindakan, ada…

    Baca selengkapnya →

  33. Sejarah· 7 menit baca

    Dari 'oe' ke 'u': Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

    Mengapa Soekarno ditulis dengan 'oe', dan bagaimana ejaan kita berubah empat kali dalam seabad

    Kenapa Nama Kakek Kita Ditulis Aneh? Kalau Anda melihat dokumen lama, nama-nama tertulis dengan ejaan yang terasa asing: Soekarno, Soeharto, Djakarta, Jogjakarta, tjahaja, oentoek. Itu bukan salah ketik — itu ejaan…

    Baca selengkapnya →

  34. Umum· 6 menit baca

    Seekor, Sebuah, Sebatang: Mengenal Kata Penggolong Bilangan

    Kenapa kita bilang 'seekor kucing' bukan 'sebuah kucing' — sistem klasifikasi benda dalam Bahasa Indonesia

    Mengapa Tidak Cukup "Satu Kucing"? Dalam Bahasa Inggris, cukup berkata one cat, two books, three trees. Tapi dalam Bahasa Indonesia yang baik, kita berkata seekor kucing, dua buah buku, tiga batang pohon. Ada kata…

    Baca selengkapnya →

  35. Umum· 5 menit baca

    Naik ke Atas, Mundur ke Belakang: 20 Frasa Mubazir yang Sering Kita Pakai

    Mengenal pleonasme — pemborosan kata yang diam-diam menyusup ke percakapan sehari-hari

    Kata yang Sebenarnya Tidak Perlu Coba perhatikan kalimat ini: "Dia naik ke atas tangga lalu masuk ke dalam ruangan." Terdengar wajar, kan? Padahal ada pemborosan di sana. Naik sudah pasti ke atas; masuk sudah pasti ke…

    Baca selengkapnya →

  36. Umum· 5 menit baca

    Partikel -lah, -kah, -tah, dan pun: Penegas yang Mengubah Nada

    Empat partikel kecil yang membuat kalimat Indonesia terasa menegaskan, bertanya, atau melembut

    Kata Kecil yang Sering Diremehkan Apa beda "Pergi!" dengan "Pergilah!"? Apa beda "Dia datang" dengan "Dia pun datang"? Jawabannya ada pada partikel — unsur kecil yang menempel atau berdiri terpisah, tapi mengubah nada…

    Baca selengkapnya →

  37. Umum· 6 menit baca

    Bapak, Mas, Kak, Bang: Kaya Ragamnya Kata Sapaan Indonesia

    Bagaimana memilih sapaan yang tepat di negeri dengan ratusan cara memanggil orang

    Seni Memanggil Orang Di banyak bahasa, memanggil orang asing cukup dengan satu kata: sir, madam, you. Di Indonesia, urusan ini jauh lebih rumit — dan jauh lebih kaya. Memanggil orang yang salah dengan sapaan yang tidak…

    Baca selengkapnya →

  38. Etimologi· 7 menit baca

    Bahasa Indonesia vs Bahasa Malaysia: Serumpun tapi Berbeda

    Mengapa 'budak' di Malaysia berarti anak, dan 'pusing' bisa bikin salah paham antar negara

    Dua Cabang dari Satu Pohon Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu Malaysia) berasal dari akar yang sama: Bahasa Melayu. Keduanya begitu mirip sehingga penutur kedua negara umumnya bisa saling memahami. Tapi…

    Baca selengkapnya →

  39. Umum· 7 menit baca

    Mengenal Majas: 16 Gaya Bahasa dan Contohnya

    Dari metafora sampai ironi — cara bahasa menyampaikan lebih dari sekadar makna harfiah

    Ketika Bahasa Tidak Berkata Apa Adanya Saat seseorang berkata "hatiku hancur berkeping-keping", hatinya tentu tidak benar-benar pecah. Saat penyair menulis "angin berbisik di telinga malam", angin tentu tidak punya…

    Baca selengkapnya →

  40. Umum· 6 menit baca

    Koma, Titik Koma, dan Titik Dua: Kapan Pakai yang Mana

    Panduan praktis tiga tanda baca yang paling sering tertukar dalam penulisan

    Tanda Kecil, Pengaruh Besar Sebuah koma yang salah letak bisa mengubah makna kalimat sepenuhnya. Bandingkan: "Ayo makan, Nek!" (mengajak nenek makan) dengan "Ayo makan Nek!" (terdengar seperti mengajak memakan nenek).…

    Baca selengkapnya →

  41. Umum· 6 menit baca

    Aturan Huruf Kapital yang Sering Dilanggar

    Kapan 'presiden' pakai huruf besar, dan kenapa nama hari pakai kapital tapi nama musim tidak

    Lebih Rumit dari yang Dikira Huruf kapital terlihat sederhana: dipakai di awal kalimat dan untuk nama. Tapi kaidahnya jauh lebih detail — dan justru detail itulah yang paling sering dilanggar, bahkan oleh penulis…

    Baca selengkapnya →

  42. Umum· 6 menit baca

    25 Kata Baku yang Paling Sering Ditulis Salah

    Praktik atau praktek? Izin atau ijin? Daftar kata yang sering keliru beserta bentuk bakunya

    Kata yang Tiap Hari Kita Tulis Salah Beberapa kata begitu sering ditulis dalam bentuk yang keliru sampai bentuk salahnya terasa "lebih benar" daripada bentuk bakunya. Praktek terlihat lebih wajar daripada praktik.…

    Baca selengkapnya →

  43. Umum· 6 menit baca

    Homonim vs Polisemi: Satu Kata, Banyak Makna — Tapi Beda Jenisnya

    Mengapa 'bisa' (mampu) dan 'bisa' (racun) berbeda dari 'kepala' yang bisa berarti kepala, pimpinan, dan bab

    Kata yang Sama, Masalah yang Berbeda Perhatikan dua kalimat ini: "Ular itu berbisa." "Dia bisa berenang." Dan dua kalimat ini: "Kepala saya sakit." "Kepala kantor kami datang terlambat." Keduanya menunjukkan kata yang…

    Baca selengkapnya →

  44. Umum· 5 menit baca

    Di Mana atau Dimana? Panduan Menulis 'di' yang Benar

    Satu kata, dua aturan berbeda — cara paling mudah membedakan 'di' preposisi dan 'di-' awalan pasif

    Kesalahan yang Paling Sering Muncul Di antara sekian banyak kesalahan penulisan Bahasa Indonesia, salah satu yang paling sering ditemui adalah penulisan di. Bukan karena kata ini sulit, tapi karena ia hadir dalam dua…

    Baca selengkapnya →

  45. Sejarah· 7 menit baca

    Dari Mana Nama 'Indonesia' Berasal?

    Sebuah kata yang diciptakan orang Inggris, dipopulerkan orang Jerman, dan kemudian direbut oleh para pejuang kemerdekaan

    Nama yang Tidak Diciptakan oleh Orang Indonesia Ada sesuatu yang ironis sekaligus menarik: nama "Indonesia" — yang kini menjadi identitas 270 juta orang — tidak diciptakan oleh orang Indonesia. Ia lahir dari pena…

    Baca selengkapnya →

  46. Etimologi· 6 menit baca

    Pengaruh Bahasa Jawa pada Bahasa Indonesia Nasional

    Mengapa 'mumpung', 'was-was', dan 'sebal' terasa sangat Indonesia meski asalnya Jawa

    Bahasa Terbesar yang Bukan Bahasa Nasional Bahasa Jawa adalah bahasa dengan penutur asli terbanyak di Indonesia — sekitar 80-85 juta orang, atau sekitar 30% populasi nasional. Meski bukan bahasa nasional, pengaruhnya…

    Baca selengkapnya →

  47. Umum· 6 menit baca

    Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya

    Dari 'meninggal dunia' hingga 'difabel' — bagaimana bahasa memperhalus kenyataan yang tidak nyaman

    Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit, kemiskinan, seksualitas, cacat fisik, pemecatan. Di situlah eufemisme bekerja — ia menjadi jembatan antara…

    Baca selengkapnya →

  48. Umum· 7 menit baca

    Imbuhan me-, ber-, di-, dan -kan: Fondasi Kata Kerja Bahasa Indonesia

    Memahami empat imbuhan paling produktif yang mengubah kata benda dan kata sifat menjadi kata kerja

    Morfologi yang Membentuk Kalimat Salah satu kekuatan terbesar Bahasa Indonesia adalah sistem imbuhannya. Dengan menambahkan awalan atau akhiran pada sebuah kata dasar, kita bisa menghasilkan puluhan kata baru dengan…

    Baca selengkapnya →

  49. Umum· 6 menit baca

    Kata Majemuk: Ketika Dua Kata Menjadi Satu Makna Baru

    Mengapa 'rumah sakit' bukan rumah yang sakit, dan bagaimana membedakannya dari frasa biasa

    Rumah yang Tidak Sakit Kalau rumah sakit adalah rumah yang sedang sakit, maka meja makan harusnya meja yang sedang makan. Tentu saja keduanya tidak masuk akal secara harfiah — dan itulah yang membuat kata majemuk…

    Baca selengkapnya →

  50. Etimologi· 7 menit baca

    Jejak Portugis dalam Bahasa Indonesia: Dari 'Gereja' sampai 'Garpu'

    Pedagang Eropa pertama yang datang ke Nusantara meninggalkan lebih dari 130 kata yang masih kita pakai

    Tamu Pertama Eropa Jauh sebelum Belanda mendirikan VOC dan memonopoli perdagangan rempah, bangsa Portugis sudah lebih dulu berlabuh di kepulauan Nusantara. Mereka tiba di Malaka pada 1511 dan terus merambah ke Maluku,…

    Baca selengkapnya →

  51. Umum· 5 menit baca

    Aku, Saya, Kami, Kita: Empat Kata yang Tidak Sama Artinya

    Panduan memilih kata ganti orang pertama yang tepat sesuai konteks dan hubungan

    Empat Kata, Satu Fungsi? Di banyak bahasa, hanya ada satu kata untuk "saya" dan satu untuk "kita". Bahasa Indonesia punya empat: aku, saya, kami, dan kita — dan keempatnya tidak bisa saling menggantikan begitu saja. Ini…

    Baca selengkapnya →

  52. Umum· 6 menit baca

    Reduplikasi: Seni Mengulang Kata dalam Bahasa Indonesia

    Dari 'rumah-rumah' sampai 'sayur-mayur' — empat pola pengulangan yang membentuk makna baru

    Kata yang Diulang Bukan Sekadar Terbata Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar kalimat seperti "beli buah-buahan ya" atau "anak-anak sudah pulang". Pengulangan kata ini bukan karena pembicara ragu atau…

    Baca selengkapnya →

  53. Umum· 5 menit baca

    Singkatan dan Akronim: Antara Efisiensi dan Kebingungan

    Kenapa Indonesia adalah negara paling akronim-aholic di dunia

    Negara Penyuka Akronim Bahasa Indonesia mungkin punya lebih banyak akronim per kapita daripada bahasa lain mana pun. Coba scroll grup WhatsApp Indonesia sebentar: KKN, PKL, OSIS, MPR, DPR, TNI, BPJS, KPK, BUMN, UMKM,…

    Baca selengkapnya →

  54. Sejarah· 6 menit baca

    Mengapa Indonesia Pakai Huruf Latin, Bukan Aksara Lokal?

    Cerita di balik pemilihan alfabet yang sekarang kita anggap biasa

    Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan Kita menulis Bahasa Indonesia dengan huruf Latin — A, B, C, dan seterusnya. Tapi pernahkah kamu memikirkan: kenapa? Indonesia punya banyak aksara tradisional — Jawa, Bali, Bugis, Batak,…

    Baca selengkapnya →

  55. Kata Baru· 6 menit baca

    Bahasa Gaul Per Daerah: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan

    Dialek anak muda berbeda jauh dari kota ke kota — peta singkat 4 ibukota gaul Indonesia

    Bukan Satu Bahasa Gaul Sering kita anggap "bahasa anak muda Indonesia" adalah satu kesatuan. Padahal kalau anak SMA Bandung ngobrol dengan anak SMA Medan, mereka mungkin butuh penerjemah. Setiap kota besar mengembangkan…

    Baca selengkapnya →

  56. Sejarah· 6 menit baca

    Kata-Kata Indonesia yang Hampir Punah

    Kosakata indah yang masih tercatat di KBBI tapi nyaris tidak pernah dipakai lagi

    Kosakata yang Berdebu KBBI menampung lebih dari 100.000 entri. Tapi sebagian besar penutur Bahasa Indonesia hanya aktif memakai 3.000-5.000 kata dalam keseharian. Ribuan kata lain ada di KBBI tapi praktis tidak pernah…

    Baca selengkapnya →

  57. Sejarah· 6 menit baca

    Pantun: Bentuk Sastra Tertua Nusantara yang Masih Hidup

    Empat baris yang menampung kebijaksanaan, romansa, dan humor selama berabad-abad

    Empat Baris yang Bertahan 600 Tahun Pantun adalah salah satu bentuk sastra tertua yang masih aktif dipakai di Nusantara. Berasal dari abad ke-15 atau bahkan lebih awal, pantun bertahan melalui era Sriwijaya, Malaka,…

    Baca selengkapnya →

  58. Umum· 5 menit baca

    Onomatopoeia Bahasa Indonesia: Bunyi yang Jadi Kata

    Dari 'cetar' sampai 'gemerincing' — kata yang lahir dari pendengaran

    Apa Itu Onomatopoeia? Onomatopoeia (dari Yunani: onoma "nama" + poiein "membuat") adalah kata yang bunyinya meniru objek yang ia gambarkan. Bahasa apa pun punya kata-kata seperti ini — tapi cara setiap bahasa…

    Baca selengkapnya →

  59. Kata Baru· 5 menit baca

    Bahasa SMS yang Mengubah Cara Kita Menulis Indonesia

    Dari batasan 160 karakter ke kebiasaan tulisan yang tersisa sampai hari ini

    Era yang Sudah Lewat tapi Meninggalkan Jejak SMS — Short Message Service — sudah hampir punah dalam pemakaian sehari-hari. Tergantikan WhatsApp, Telegram, Line, dan sebagainya. Tapi kebiasaan menulis ala SMS — singkatan…

    Baca selengkapnya →