Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 4 menit baca

Kalimat Majemuk: Setara, Bertingkat, dan Campuran beserta Tanda Bacanya

Mengenali tiga jenis kalimat majemuk lewat ciri, contoh, dan aturan koma sesuai EYD agar tulisan lebih rapi dan logis.

Oleh

Pernahkah Anda menulis kalimat panjang, lalu ragu di mana koma harus dibubuhkan? Kebingungan itu biasanya muncul karena kalimat tersebut bukan kalimat tunggal lagi, melainkan kalimat majemuk, yaitu gabungan dua klausa atau lebih dalam satu untaian. Begitu Anda paham jenisnya, menempatkan konjungsi dan tanda baca jadi jauh lebih mudah. Mari kita bedah satu per satu.

Apa Itu Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Klausa sendiri adalah satuan gramatikal yang sekurang-kurangnya memuat subjek dan predikat. Kalimat tunggal hanya punya satu klausa (satu subjek, satu predikat), sedangkan kalimat majemuk menggabungkan beberapa klausa dengan kata penghubung atau konjungsi.

Berdasarkan hubungan antarklausanya, kalimat majemuk dibagi menjadi tiga jenis utama: setara, bertingkat, dan campuran.

Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)

Pada kalimat majemuk setara, kedua klausa berkedudukan sederajat. Tidak ada yang menjadi induk atau anak; keduanya bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh. Penghubungnya adalah konjungsi koordinatif, seperti dan, atau, tetapi, sedangkan, dan lalu.

Contoh:

  • Ayah membaca koran dan Ibu menyirami tanaman.
  • Adik ingin menonton tetapi ia harus belajar dahulu.
  • Kamu boleh tinggal atau kamu pulang sekarang.
Perhatikan bahwa setiap klausa di kiri dan kanan konjungsi tetap utuh bila dipisah. Itu ciri khas hubungan setara.

Kalimat Majemuk Bertingkat (Subordinatif)

Berbeda dengan setara, kalimat majemuk bertingkat memiliki klausa yang tidak sederajat: ada induk kalimat dan ada anak kalimat. Anak kalimat bergantung pada induknya dan diawali konjungsi subordinatif, seperti karena, ketika, jika, meskipun, sehingga, agar, dan sebab.

Contoh:

  • Kami pulang lebih awal karena hujan turun deras.
  • Ketika bel berbunyi, murid-murid masuk kelas.
  • Jika kamu rajin, nilaimu pasti membaik.
Anak kalimat (yang berkonjungsi) tidak bisa berdiri sendiri. Coba ucapkan "karena hujan turun deras" tanpa induknya; maknanya menggantung. Itulah penanda hubungan bertingkat.

Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran menggabungkan hubungan setara dan bertingkat sekaligus. Artinya, di dalam satu kalimat terdapat sekurang-kurangnya tiga klausa: ada yang sederajat dan ada yang bertingkat.

Contoh:

  • Ketika lampu padam, Ayah menyalakan lilin dan Ibu mencari senter.
Di sini, "Ayah menyalakan lilin" dan "Ibu mencari senter" berhubungan setara (penghubung dan), sementara "ketika lampu padam" adalah anak kalimat yang bertingkat terhadap keduanya.

Ringkasan Pembeda

Tabel berikut merangkum ciri pembeda ketiga jenis kalimat majemuk.

| Jenis | Kedudukan Klausa | Konjungsi Umum | Contoh | |---|---|---|---| | Setara | Sederajat | dan, atau, tetapi, sedangkan | Dia datang, tetapi aku pergi. | | Bertingkat | Induk + anak | karena, ketika, jika, meskipun | Aku tinggal karena hujan deras. | | Campuran | Setara + bertingkat | gabungan keduanya | Saat hujan turun, dia tinggal dan aku pergi. |

Aturan Tanda Baca

Penempatan koma sering menjadi sumber kekeliruan. Berdasarkan EYD V, berikut kaidah praktisnya.

Konjungsi yang Didahului Koma

Tanda koma dipakai sebelum konjungsi tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat setara.

  • Saya ingin pergi, tetapi hari sudah malam.
  • Bukan dia yang salah, melainkan aku.

Konjungsi dan/atau

Lazimnya, dan serta atau yang menggabungkan dua klausa tidak didahului koma. Namun, dalam perincian yang terdiri atas tiga unsur atau lebih, koma dipakai sebelum dan maupun atau (koma terakhir). Contoh: Saya membeli buku, pensil, dan penghapus.

Anak Kalimat di Depan

Pada kalimat bertingkat, jika anak kalimat mendahului induknya, anak kalimat itu diakhiri koma. Sebaliknya, bila induk yang lebih dahulu, koma tidak dipakai.

  • Karena lelah, ia tidur lebih awal. (anak di depan, pakai koma)
  • Ia tidur lebih awal karena lelah. (induk di depan, tanpa koma)
Memahami ketiga jenis kalimat majemuk ini bukan sekadar urusan teori tata bahasa. Saat Anda tahu mana klausa yang sederajat dan mana yang bergantung, koma jatuh pada tempatnya, hubungan antargagasan menjadi jernih, dan tulisan Anda terbaca lebih meyakinkan. Cobalah membongkar kalimat-kalimat Anda sendiri; lama-lama kepekaan ini akan menjadi naluri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan kalimat majemuk setara dan bertingkat?
Pada kalimat majemuk setara, kedua klausa berkedudukan sederajat dan masing-masing bisa berdiri sendiri, dihubungkan konjungsi seperti dan, atau, tetapi. Pada kalimat majemuk bertingkat, ada induk dan anak kalimat yang tidak sederajat, dihubungkan konjungsi seperti karena, ketika, jika.
Kapan koma dipakai sebelum konjungsi tetapi?
Tanda koma dipakai sebelum konjungsi tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk setara, misalnya: Saya ingin pergi, tetapi hari sudah malam.
Apakah anak kalimat selalu diakhiri koma?
Tidak selalu. Anak kalimat diakhiri koma hanya jika ia mendahului induk kalimat. Bila induk kalimat berada di depan, koma tidak dipakai sebelum konjungsi seperti karena atau ketika.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca