Kategori Jurnal
Tata Bahasa & Tips
Tata bahasa, ejaan, dan tips Bahasa Indonesia — panduan praktis tentang kata baku, huruf kapital, tanda baca, majas, dan penggunaan kata yang tepat.
42 artikel · semua kategori →
· 3 menit baca
Pemenggalan Kata Menurut EYD V: Aturan Lengkap dan Contoh
Panduan memisah suku kata dengan benar, dari vokal rangkap dan diftong hingga kata berimbuhan.
Pernah ragu saat harus memindahkan sebagian kata ke baris berikutnya? Salah menaruh tanda hubung bisa membuat "saudara" terbaca janggal sebagai "sa-udara", atau memaksa pembaca berhenti sejenak untuk menebak maksud…
· 4 menit baca
Ragam Bahasa: Kapan Harus Baku, Kapan Boleh Santai
Bahasa Indonesia punya banyak wajah. Mengenali ragam baku, santai, lisan, tulis, hingga ragam bidang membantumu memilih yang paling pas untuk setiap situasi.
Pernahkah kamu menulis "gue" di grup chat teman, lalu berganti menjadi "saya" saat mengirim surel kepada dosen? Perpindahan itu bukan kebetulan. Bahasa Indonesia memiliki banyak wajah, dan setiap wajah punya tempatnya…
· 3 menit baca
Empat Jenis Kalimat Menurut Fungsinya: Berita, Tanya, Perintah, dan Seru
Cara membedakan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif lengkap dengan ciri, contoh, dan tanda baca yang tepat.
Setiap kali kita menulis pesan atau berbicara, sebenarnya kita sedang memilih jenis kalimat - meski jarang menyadarinya. Ada kalimat yang memberi tahu, ada yang bertanya, ada yang menyuruh, dan ada yang meluapkan…
· 4 menit baca
Preposisi Bahasa Indonesia: Panduan 'di', 'ke', 'dari', dan Kata Depan Lainnya
Dari aturan penulisan terpisah hingga membedakan 'ke' dengan 'kepada' serta 'dari' dengan 'daripada'.
Kata depan sering dianggap remeh, hanya dua atau tiga huruf yang terselip di antara kata lain. Namun justru preposisi inilah yang menentukan apakah sebuah kalimat terasa rapi atau berantakan. Salah menempatkan "di",…
· 4 menit baca
Verba Transitif dan Intransitif: Cara Mudah Membedakannya
Kenali kata kerja yang butuh objek dan yang tidak, lengkap dengan dua uji cepat, verba dwitransitif, dan petunjuk dari imbuhan.
Coba ucapkan dua kalimat pendek ini: "Adik menendang" dan "Adik tidur". Kalimat kedua terasa utuh, tetapi yang pertama membuat kita menggantung dan bertanya: menendang apa? Rasa belum selesai itulah kunci untuk…
· 4 menit baca
SPOK: Mengenal Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan
Panduan ringkas membedah unsur kalimat bahasa Indonesia, lengkap dengan cara membedakan objek, pelengkap, dan keterangan beserta pola-pola dasarnya.
Setiap kalimat yang kita ucapkan sebenarnya tersusun dari potongan-potongan yang bertugas jelas. Saat sebuah kalimat terasa janggal, sering kali penyebabnya bukan kata yang salah, melainkan unsur yang tidak pada…
· 4 menit baca
Homofon dan Homograf: Saat Bunyi atau Tulisan Saling Menyamar
Kenapa "bank" dan "bang" terdengar sama, sementara "apel" bisa berarti buah sekaligus upacara - dan apa bedanya dengan homonim.
Coba ucapkan "bank" dan "bang" keras-keras. Telinga Anda hampir tidak bisa membedakannya, padahal yang satu tempat menyimpan uang dan yang lain panggilan untuk kakak laki-laki. Sekarang baca "apel" dalam kalimat "saya…
· 4 menit baca
Diksi: Seni Memilih Kata yang Tepat, Sesuai, dan Lazim
Mengapa "mati", "meninggal", dan "wafat" tidak bisa saling menggantikan begitu saja, dan bagaimana konteks menentukan pilihan kata yang terbaik.
Dua kalimat bisa menyampaikan maksud yang sama, tetapi terasa sangat berbeda. "Ayahnya sudah mati" dan "Ayahnya telah wafat" sama-sama mengabarkan kematian, namun yang satu terdengar kasar dan yang lain penuh hormat.…
· 4 menit baca
Kalimat Majemuk: Setara, Bertingkat, dan Campuran beserta Tanda Bacanya
Mengenali tiga jenis kalimat majemuk lewat ciri, contoh, dan aturan koma sesuai EYD agar tulisan lebih rapi dan logis.
Pernahkah Anda menulis kalimat panjang, lalu ragu di mana koma harus dibubuhkan? Kebingungan itu biasanya muncul karena kalimat tersebut bukan kalimat tunggal lagi, melainkan kalimat majemuk, yaitu gabungan dua klausa…
· 4 menit baca
Aturan Penulisan Angka dan Bilangan Menurut EYD V
Kapan memakai huruf, kapan memakai angka, dan cara menulis tanggal, mata uang, serta pemisah ribuan yang benar
Hampir setiap tulisan menyentuh angka: harga, tanggal, jumlah peserta, urutan juara. Anehnya, justru di sinilah banyak orang tergelincir. "Lima orang" atau "5 orang"? "Ke-2" atau "kedua"? "Rp10.000" atau "Rp 10,000"?…
· 4 menit baca
Kapan Memakai Huruf Miring (Italic) Menurut EYD V
Tiga aturan resmi, satu pengecualian penting, dan cara menandai italic saat menulis tangan
Pernah ragu apakah kata deadline perlu dimiringkan, atau cukup ditulis tegak begitu saja? Huruf miring sering dipakai asal-asalan, padahal aturannya sebenarnya pendek dan jelas. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan…
· 4 menit baca
Kalimat Efektif: Ciri, Contoh, dan Cara Menyusunnya
Mengenali enam ciri kalimat efektif dan membedakannya dari kalimat yang sekadar benar secara tata bahasa.
Pernahkah Anda membaca sebuah kalimat yang secara tata bahasa benar, tetapi terasa bertele-tele dan sulit dipahami? Banyak tulisan, mulai dari skripsi hingga surat lamaran, gagal menyampaikan maksud bukan karena salah…
· 4 menit baca
Cara Menulis Gelar Akademik dan Profesi yang Benar Menurut EYD V
Panduan lengkap tanda titik, koma, dan singkatan baku gelar - dari "S.H." sampai bedanya "Dr." dan "dr." yang sering tertukar.
Sebuah undangan, papan nama, atau tanda tangan email kerap membuat orang ragu sejenak: di mana koma diletakkan, kapan titik dipakai, dan kenapa "Dr." dan "dr." sebenarnya dua hal yang berbeda. Penulisan gelar tampak…
· 4 menit baca
Tingkat Perbandingan Adjektiva: Cara Tepat Memakai Daripada, Se-, dan Paling
Memahami tiga tingkat perbandingan kata sifat dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan contoh yang sering keliru
Pernahkah Anda ragu menulis "lebih baik dari" atau "lebih baik daripada"? Atau bingung kapan harus memakai "ter-" dan kapan cukup "paling"? Kebimbangan semacam ini wajar, sebab perbandingan adalah salah satu pekerjaan…
· 4 menit baca
Akhiran -nya: Satu Klitik, Banyak Peran dalam Bahasa Indonesia
Mengurai fungsi-fungsi utama -nya dan kapan menulisnya tetap serangkai
Bayangkan satu suku kata kecil yang menempel di ujung kata dan diam-diam mengubah maknanya. Itulah -nya. Dalam satu kalimat ia menandakan kepemilikan, di kalimat berikut ia menegaskan benda yang sudah kita kenal, lalu…
· 4 menit baca
Mengenal Konjungsi Bahasa Indonesia: Jenis, Fungsi, dan Kesalahan yang Sering Terjadi
Panduan ringkas memahami kata penghubung koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat beserta contoh pemakaiannya
Coba bayangkan sebuah kalimat tanpa kata sambung. Ide-ide akan tampil sebagai potongan yang berdiri sendiri, kaku, dan sulit dirangkai menjadi alur yang utuh. Di sinilah konjungsi bekerja diam-diam: ia menjembatani…
· 4 menit baca
Frasa, Klausa, dan Kalimat: Tiga Tingkat Bahasa yang Sering Tertukar
Memahami hierarki kata, frasa, klausa, hingga kalimat lewat ciri dan contoh sederhana
Banyak orang menulis dengan lancar tanpa pernah memikirkan istilah frasa, klausa, atau kalimat. Padahal saat sebuah tulisan terasa janggal atau "kalimatnya belum selesai", biasanya akar masalahnya ada di sini. Ketiganya…
· 4 menit baca
Kalimat Aktif dan Pasif: Ciri, Cara Mengubah, dan Kapan Memakainya
Memahami perbedaan subjek pelaku dan penderita, lengkap dengan contoh transformasi yang bisa langsung dipraktikkan
Coba bandingkan dua kalimat ini: "Petani memanen padi" dan "Padi dipanen petani." Maknanya sama, tetapi rasa dan penekanannya berbeda. Yang pertama menyorot pelakunya, yang kedua menyorot apa yang dikerjakan. Kemampuan…
· 4 menit baca
Mengenal Sepuluh Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia
Peta lengkap nomina, verba, hingga artikula yang membuat kalimat Anda lebih rapi dan tepat
Setiap kalimat yang Anda baca hari ini, dari pesan singkat sampai berita di koran, sebenarnya dirakit dari potongan-potongan kata yang punya tugas berbeda. Ada kata yang menyebut benda, ada yang menyatakan tindakan, ada…
· 6 menit baca
Seekor, Sebuah, Sebatang: Mengenal Kata Penggolong Bilangan
Kenapa kita bilang 'seekor kucing' bukan 'sebuah kucing' — sistem klasifikasi benda dalam Bahasa Indonesia
Mengapa Tidak Cukup "Satu Kucing"? Dalam Bahasa Inggris, cukup berkata one cat, two books, three trees. Tapi dalam Bahasa Indonesia yang baik, kita berkata seekor kucing, dua buah buku, tiga batang pohon. Ada kata…
· 5 menit baca
Naik ke Atas, Mundur ke Belakang: 20 Frasa Mubazir yang Sering Kita Pakai
Mengenal pleonasme — pemborosan kata yang diam-diam menyusup ke percakapan sehari-hari
Kata yang Sebenarnya Tidak Perlu Coba perhatikan kalimat ini: "Dia naik ke atas tangga lalu masuk ke dalam ruangan." Terdengar wajar, kan? Padahal ada pemborosan di sana. Naik sudah pasti ke atas; masuk sudah pasti ke…
· 5 menit baca
Partikel -lah, -kah, -tah, dan pun: Penegas yang Mengubah Nada
Empat partikel kecil yang membuat kalimat Indonesia terasa menegaskan, bertanya, atau melembut
Kata Kecil yang Sering Diremehkan Apa beda "Pergi!" dengan "Pergilah!"? Apa beda "Dia datang" dengan "Dia pun datang"? Jawabannya ada pada partikel — unsur kecil yang menempel atau berdiri terpisah, tapi mengubah nada…
· 6 menit baca
Bapak, Mas, Kak, Bang: Kaya Ragamnya Kata Sapaan Indonesia
Bagaimana memilih sapaan yang tepat di negeri dengan ratusan cara memanggil orang
Seni Memanggil Orang Di banyak bahasa, memanggil orang asing cukup dengan satu kata: sir, madam, you. Di Indonesia, urusan ini jauh lebih rumit — dan jauh lebih kaya. Memanggil orang yang salah dengan sapaan yang tidak…
· 7 menit baca
Mengenal Majas: 16 Gaya Bahasa dan Contohnya
Dari metafora sampai ironi — cara bahasa menyampaikan lebih dari sekadar makna harfiah
Ketika Bahasa Tidak Berkata Apa Adanya Saat seseorang berkata "hatiku hancur berkeping-keping", hatinya tentu tidak benar-benar pecah. Saat penyair menulis "angin berbisik di telinga malam", angin tentu tidak punya…
· 6 menit baca
Koma, Titik Koma, dan Titik Dua: Kapan Pakai yang Mana
Panduan praktis tiga tanda baca yang paling sering tertukar dalam penulisan
Tanda Kecil, Pengaruh Besar Sebuah koma yang salah letak bisa mengubah makna kalimat sepenuhnya. Bandingkan: "Ayo makan, Nek!" (mengajak nenek makan) dengan "Ayo makan Nek!" (terdengar seperti mengajak memakan nenek).…
· 6 menit baca
Aturan Huruf Kapital yang Sering Dilanggar
Kapan 'presiden' pakai huruf besar, dan kenapa nama hari pakai kapital tapi nama musim tidak
Lebih Rumit dari yang Dikira Huruf kapital terlihat sederhana: dipakai di awal kalimat dan untuk nama. Tapi kaidahnya jauh lebih detail — dan justru detail itulah yang paling sering dilanggar, bahkan oleh penulis…
· 6 menit baca
25 Kata Baku yang Paling Sering Ditulis Salah
Praktik atau praktek? Izin atau ijin? Daftar kata yang sering keliru beserta bentuk bakunya
Kata yang Tiap Hari Kita Tulis Salah Beberapa kata begitu sering ditulis dalam bentuk yang keliru sampai bentuk salahnya terasa "lebih benar" daripada bentuk bakunya. Praktek terlihat lebih wajar daripada praktik.…
· 6 menit baca
Homonim vs Polisemi: Satu Kata, Banyak Makna — Tapi Beda Jenisnya
Mengapa 'bisa' (mampu) dan 'bisa' (racun) berbeda dari 'kepala' yang bisa berarti kepala, pimpinan, dan bab
Kata yang Sama, Masalah yang Berbeda Perhatikan dua kalimat ini: "Ular itu berbisa." "Dia bisa berenang." Dan dua kalimat ini: "Kepala saya sakit." "Kepala kantor kami datang terlambat." Keduanya menunjukkan kata yang…
· 5 menit baca
Di Mana atau Dimana? Panduan Menulis 'di' yang Benar
Satu kata, dua aturan berbeda — cara paling mudah membedakan 'di' preposisi dan 'di-' awalan pasif
Kesalahan yang Paling Sering Muncul Di antara sekian banyak kesalahan penulisan Bahasa Indonesia, salah satu yang paling sering ditemui adalah penulisan di. Bukan karena kata ini sulit, tapi karena ia hadir dalam dua…
· 6 menit baca
Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya
Dari 'meninggal dunia' hingga 'difabel' — bagaimana bahasa memperhalus kenyataan yang tidak nyaman
Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit, kemiskinan, seksualitas, cacat fisik, pemecatan. Di situlah eufemisme bekerja — ia menjadi jembatan antara…
· 7 menit baca
Imbuhan me-, ber-, di-, dan -kan: Fondasi Kata Kerja Bahasa Indonesia
Memahami empat imbuhan paling produktif yang mengubah kata benda dan kata sifat menjadi kata kerja
Morfologi yang Membentuk Kalimat Salah satu kekuatan terbesar Bahasa Indonesia adalah sistem imbuhannya. Dengan menambahkan awalan atau akhiran pada sebuah kata dasar, kita bisa menghasilkan puluhan kata baru dengan…
· 6 menit baca
Kata Majemuk: Ketika Dua Kata Menjadi Satu Makna Baru
Mengapa 'rumah sakit' bukan rumah yang sakit, dan bagaimana membedakannya dari frasa biasa
Rumah yang Tidak Sakit Kalau rumah sakit adalah rumah yang sedang sakit, maka meja makan harusnya meja yang sedang makan. Tentu saja keduanya tidak masuk akal secara harfiah — dan itulah yang membuat kata majemuk…
· 5 menit baca
Aku, Saya, Kami, Kita: Empat Kata yang Tidak Sama Artinya
Panduan memilih kata ganti orang pertama yang tepat sesuai konteks dan hubungan
Empat Kata, Satu Fungsi? Di banyak bahasa, hanya ada satu kata untuk "saya" dan satu untuk "kita". Bahasa Indonesia punya empat: aku, saya, kami, dan kita — dan keempatnya tidak bisa saling menggantikan begitu saja. Ini…
· 6 menit baca
Reduplikasi: Seni Mengulang Kata dalam Bahasa Indonesia
Dari 'rumah-rumah' sampai 'sayur-mayur' — empat pola pengulangan yang membentuk makna baru
Kata yang Diulang Bukan Sekadar Terbata Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar kalimat seperti "beli buah-buahan ya" atau "anak-anak sudah pulang". Pengulangan kata ini bukan karena pembicara ragu atau…
· 5 menit baca
Singkatan dan Akronim: Antara Efisiensi dan Kebingungan
Kenapa Indonesia adalah negara paling akronim-aholic di dunia
Negara Penyuka Akronim Bahasa Indonesia mungkin punya lebih banyak akronim per kapita daripada bahasa lain mana pun. Coba scroll grup WhatsApp Indonesia sebentar: KKN, PKL, OSIS, MPR, DPR, TNI, BPJS, KPK, BUMN, UMKM,…
· 5 menit baca
Onomatopoeia Bahasa Indonesia: Bunyi yang Jadi Kata
Dari 'cetar' sampai 'gemerincing' — kata yang lahir dari pendengaran
Apa Itu Onomatopoeia? Onomatopoeia (dari Yunani: onoma "nama" + poiein "membuat") adalah kata yang bunyinya meniru objek yang ia gambarkan. Bahasa apa pun punya kata-kata seperti ini — tapi cara setiap bahasa…
· 5 menit baca
Beda 'Bisa' dan 'Dapat': Sinonim yang Bukan Sinonim
Dua kata yang sering dianggap sama, padahal punya warna makna berbeda yang halus
Sinonim — tapi Tidak Sepenuhnya Bisa dan dapat. Dua kata yang sering kita gunakan bergantian: "saya bisa", "saya dapat". KBBI sendiri mencatat keduanya sebagai sinonim. Tapi dalam pemakaian sehari-hari, ada perbedaan…
· 6 menit baca
Peribahasa Indonesia yang Masih Relevan Hari Ini
Kebijaksanaan kuno yang ternyata tepat untuk masalah-masalah modern
Bukan Kuno, Hanya Tersembunyi Sering kita anggap peribahasa adalah peninggalan generasi orangtua — sesuatu yang dipakai sekali setahun saat resepsi pernikahan, lalu dilupakan. Tapi banyak peribahasa Indonesia justru…
· 6 menit baca
Kenapa KBBI Berubah Setiap Tahun? Antara Aturan dan Realita Bahasa
Bukan karena malas konsisten — tetapi karena bahasa memang seharusnya bergerak
Cerita Singkat KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tidak statis. Setiap edisi membawa ribuan perubahan: Kata baru ditambah Definisi diperbaiki Bentuk baku digeser Kata lama ditandai "arkais" Edisi V (paling baru)…
· 6 menit baca
Bedanya Kata Baku dan Tidak Baku — dan Kapan Pakai yang Mana
Tidak semua percakapan butuh kata baku. Tapi tidak juga sembarangan.
Definisi Singkat Kata baku adalah bentuk kata yang sudah ditetapkan benar menurut kaidah ejaan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata tidak baku adalah bentuk lain yang dipakai luas tetapi tidak resmi. Contoh klasik:…
· 7 menit baca
10 Idiom Indonesia yang Paling Sering Dipakai Keliru
Bukan "tertawa terbahak-bahak" — yang benar adalah... mari kita lihat
Banyak idiom Indonesia hari ini dipakai dengan makna geser atau tata kata yang salah. Bukan masalah formalitas — tapi kalau dipakai keliru, makna aslinya bisa hilang. Inilah 10 idiom yang paling sering kepleset.
· 6 menit baca
EYD, PUEBI, dan Ejaan Baru: Apa Beda dan Mana yang Dipakai Sekarang?
Tiga akronim yang sering bikin bingung — termasuk penulis berpengalaman
Penulisan baku Bahasa Indonesia berubah beberapa kali. EYD, PUEBI, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan — semua merujuk ke aturan yang serupa tapi berbeda detail. Inilah ringkasan praktis tentang kapan dan apa yang…