Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 6 menit baca

Seekor, Sebuah, Sebatang: Mengenal Kata Penggolong Bilangan

Kenapa kita bilang 'seekor kucing' bukan 'sebuah kucing' — sistem klasifikasi benda dalam Bahasa Indonesia

Oleh

Mengapa Tidak Cukup "Satu Kucing"?

Dalam Bahasa Inggris, cukup berkata one cat, two books, three trees. Tapi dalam Bahasa Indonesia yang baik, kita berkata seekor kucing, dua buah buku, tiga batang pohon. Ada kata tambahan di antara angka dan benda: ekor, buah, batang. Inilah kata penggolong (atau kata bantu bilangan).

Kata penggolong adalah kata yang dipakai untuk menghitung benda berdasarkan jenis atau bentuknya. Banyak bahasa Asia punya sistem ini — Mandarin, Jepang, Thailand — dan Bahasa Indonesia termasuk yang kaya akan ragamnya.

Kata Penggolong yang Umum

ekor — untuk hewan

seekor ayam, dua ekor sapi, tiga ekor ikan Semua binatang, dari semut sampai gajah, dihitung dengan ekor — meski tidak semua hewan punya ekor harfiah.

orang — untuk manusia

seorang guru, dua orang tamu, lima orang pekerja

buah — untuk benda secara umum

sebuah rumah, dua buah meja, tiga buah ide Buah adalah penggolong paling serbaguna — dipakai untuk benda besar, abstrak, atau yang tidak punya penggolong khusus. Sebuah gagasan, sebuah pertanyaan.

batang — untuk benda panjang dan kaku

sebatang pohon, dua batang rokok, tiga batang pensil

helai / lembar — untuk benda tipis dan lebar

sehelai rambut, selembar kertas, dua lembar kain

butir — untuk benda kecil dan bulat

sebutir telur, dua butir beras, tiga butir peluru

bilah — untuk benda pipih dan tajam

sebilah pisau, dua bilah pedang

potong — untuk benda yang terpotong

sepotong roti, dua potong kue, sepotong daging

Tabel Penggolong dan Bentuk Bendanya

| Penggolong | Untuk | Contoh | |---|---|---| | ekor | hewan | seekor burung | | orang | manusia | seorang dokter | | buah | benda umum/abstrak | sebuah mobil | | batang | benda panjang kaku | sebatang lilin | | helai/lembar | benda tipis lebar | selembar uang | | butir | benda kecil bulat | sebutir mutiara | | bilah | benda pipih tajam | sebilah parang | | potong | benda terpotong | sepotong kain | | keping | benda pipih bulat | sekeping logam | | pucuk | surat, senjata | sepucuk surat, sepucuk senapan | | kuntum | bunga | sekuntum mawar | | tangkai | bunga bertangkai | setangkai melati |

Bentuk "se-" = Satu

Perhatikan: untuk hitungan "satu", penggolong sering bergabung dengan awalan se-:

  • satu ekorseekor
  • satu orangseorang
  • satu buahsebuah
  • satu helaisehelai
Untuk angka lain, ditulis terpisah: dua ekor, tiga buah, lima orang.

Penggolong Khusus yang Menarik

Beberapa penggolong sangat spesifik dan menunjukkan kekayaan budaya:

  • pucuk — untuk surat dan senjata api (sepucuk surat cinta, sepucuk senapan)
  • kuntum — khusus bunga yang sedang mekar (sekuntum bunga)
  • patah — untuk kata (sepatah kata, dua patah kata sambutan)
  • rumpun — untuk tumbuhan yang berkelompok (serumpun bambu)
  • kawan/kawanan — untuk hewan berkelompok (sekawanan burung)
Sepatah kata adalah ungkapan indah yang menunjukkan betapa puitisnya sistem penggolong — kata pun "dihitung" dengan penggolongnya sendiri.

Apakah Wajib Dipakai?

Dalam percakapan sehari-hari yang santai, penggolong sering dihilangkan: "beli dua roti", "ada tiga kucing". Ini tidak salah dalam konteks informal.

Tapi dalam bahasa formal, tulisan resmi, dan sastra, penggunaan penggolong yang tepat menunjukkan penguasaan bahasa yang baik. "Dua buah dokumen" terdengar lebih rapi daripada "dua dokumen" dalam laporan resmi.

Mengapa Menarik Dipelajari?

Sistem penggolong mencerminkan cara sebuah budaya mengklasifikasikan dunia. Bahasa Indonesia mengelompokkan benda berdasarkan bentuk (panjang, pipih, bulat), sifat (hidup, mati), dan jenis (manusia, hewan, tumbuhan).

Bagi penutur asing, penggolong adalah salah satu tantangan tersulit — karena harus menghafal mana yang cocok untuk benda apa. Bagi penutur asli, ini intuisi yang sudah tertanam: tidak ada yang akan berkata "sebuah kucing" karena terdengar langsung salah.

Kata-kata penggolong adalah bukti bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sistem yang memetakan dunia dengan caranya sendiri yang khas dan indah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu kata penggolong?
Kata penggolong adalah kata bantu bilangan untuk menghitung benda berdasarkan jenis atau bentuknya, seperti ekor, buah, batang, dan helai.
Mengapa "seekor kucing" bukan "sebuah kucing"?
Karena "ekor" adalah penggolong khusus untuk hewan, sedangkan "buah" untuk benda umum. Semua binatang dihitung dengan "ekor".
Apa kata penggolong untuk surat?
Penggolong untuk surat adalah "pucuk", misalnya "sepucuk surat". "Pucuk" juga dipakai untuk senjata api.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca