Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 7 menit baca

10 Idiom Indonesia yang Paling Sering Dipakai Keliru

Bukan "tertawa terbahak-bahak" — yang benar adalah... mari kita lihat

Oleh

1. "Bertepuk Sebelah Tangan"

Idiom ini sering ditafsirkan secara modern sebagai "cinta tak berbalas". Padahal makna aslinya lebih luas: usaha yang tidak mendapat sambutan setimpal — bisa dalam konteks apa pun, bukan hanya percintaan.

Di naskah lama, bertepuk sebelah tangan dipakai untuk negosiasi politik, ajakan kerja sama, bahkan permintaan tolong yang ditolak. Pembatasan ke konteks cinta adalah penyempitan makna modern.

2. "Air Tenang Menghanyutkan"

Idiom ini sering disebut salah sebagai "air dalam menghanyutkan" atau "air diam menghanyutkan." Bentuk baku menurut peribahasa Melayu klasik adalah air tenang menghanyutkan — menggambarkan orang yang diam tapi berbahaya / dalam ilmunya.

3. "Tong Kosong Nyaring Bunyinya"

Ini biasanya dipakai dengan benar, tapi sering dipasangkan dengan kata "berisi" yang justru menumpulkan maknanya. Bentuk klasiknya cukup berdiri sendiri: tong kosong nyaring bunyinya — orang yang banyak bicara biasanya kurang isinya.

4. "Bagai Pungguk Merindukan Bulan"

Idiom ini SERING dipendekkan jadi "seperti pungguk." Padahal frasa lengkapnya penting: pungguk (sejenis burung hantu) yang merindukan bulan — gambar yang ironis karena pungguk aktif malam hari tetapi tidak pernah bisa meraih bulan yang ia lihat. Singkatan menghilangkan visualnya.

5. "Habis Manis Sepah Dibuang"

Kalimat ini sering disalahgunakan dalam konteks hubungan romantis saja. Maknanya lebih luas: setelah manfaatnya habis, ditinggalkan. Bisa untuk hubungan kerja, pertemanan, atau bahkan negara klien dalam politik internasional.

6. "Lempar Batu Sembunyi Tangan"

Ini dipakai untuk menggambarkan provokator yang menyembunyikan identitas. Bukan sekadar menuduh tanpa bukti — melainkan secara aktif menggerakkan masalah lalu cuci tangan. Nuansanya lebih spesifik dari yang sering disangka.

7. "Bagai Telur di Ujung Tanduk"

Mudah salah karena "tanduk" tertukar dengan "ranting" atau "bibir cawan." Bentuk klasiknya pakai tanduk, dan citranya jelas: posisi yang sangat tidak stabil, mudah jatuh.

8. "Tak Ada Gading yang Tak Retak"

Idiom yang sering dipakai untuk meminta maaf. Maknanya sempurna: tidak ada yang sempurna; setiap orang pasti punya kekurangan. Tapi kadang dipakai sebagai pembenaran terhadap kesalahan berulang — yang justru menyalahgunakan idiom ini.

9. "Air Susu Dibalas Air Tuba"

Banyak yang lupa apa itu tuba. Tuba adalah akar pohon beracun, biasa dipakai untuk meracun ikan. Jadi idiom ini bukan sekadar "kebaikan dibalas keburukan", tetapi spesifik: balasan yang justru beracun, jauh lebih dari sekadar tidak berterima kasih.

10. "Sambil Menyelam Minum Air"

Dipakai dengan benar untuk "satu aksi dua manfaat." Tapi ada kekeliruan tata kata: kadang dibalik jadi "minum air sambil menyelam" yang terdengar absurd. Bentuk yang benar mempertahankan urutan kausal: menyelam (aksi utama) dulu, baru minum air (manfaat sampingan).

Penutup

Idiom adalah memori budaya. Ketika kita memakainya keliru, kita bukan hanya salah tata bahasa — kita menghapus konteks asal yang kadang sangat puitis. Memahami bentuk klasiknya adalah cara menjaga bahasa tetap kaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu idiom?
Idiom adalah gabungan kata yang maknanya tidak bisa ditebak dari arti harfiah komponennya, misalnya banting tulang yang berarti bekerja keras.
Mengapa idiom sering dipakai keliru?
Karena tata katanya dibalik atau maknanya digeser dari arti aslinya, sehingga pesan yang dimaksud bisa hilang atau berubah.
Mengapa penting memakai idiom dengan tepat?
Karena idiom punya makna kiasan yang sudah baku; memakainya secara tepat menjaga pesan tetap jelas dan tidak salah tafsir.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca