Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 4 menit baca

Homofon dan Homograf: Saat Bunyi atau Tulisan Saling Menyamar

Kenapa "bank" dan "bang" terdengar sama, sementara "apel" bisa berarti buah sekaligus upacara - dan apa bedanya dengan homonim.

Oleh

Coba ucapkan "bank" dan "bang" keras-keras. Telinga Anda hampir tidak bisa membedakannya, padahal yang satu tempat menyimpan uang dan yang lain panggilan untuk kakak laki-laki. Sekarang baca "apel" dalam kalimat "saya makan apel" dan "tentara ikut apel pagi". Tulisannya identik, tapi bunyi dan maknanya berbeda. Dua gejala bahasa ini - homofon dan homograf - sering tertukar, padahal keduanya menyimpan jebakan ejaan dan pelafalan yang nyata dalam tulisan sehari-hari.

Tiga Istilah yang Mudah Tertukar

Sebelum masuk ke contoh, ada baiknya kita pegang satu peta sederhana. Ketiga istilah ini sama-sama berurusan dengan "kemiripan", tetapi pada lapisan yang berbeda: bunyi, tulisan, atau keduanya.

| Istilah | Tulisan | Bunyi | Makna | | --- | --- | --- | --- | | Homofon | beda | sama | beda | | Homograf | sama | beda | beda | | Homonim | sama | sama | beda |

Kuncinya: perhatikan dulu apa yang sama. Kalau yang sama hanya bunyinya, itu homofon. Kalau yang sama hanya tulisannya, itu homograf. Kalau tulisan dan bunyinya sama-sama persis dan hanya maknanya yang bercabang, itu homonim. Pembahasan mendalam tentang homonim dan saudaranya, polisemi, sudah dibahas di artikel tersendiri; di sini kita fokus pada dua kerabat yang lebih licin.

Homofon: Telinga Tertipu, Mata Tidak

Homofon adalah kata-kata yang terdengar sama tetapi ditulis berbeda dan bermakna berbeda. Karena bahasa Indonesia ditulis cukup dekat dengan bunyinya, homofon murni tidak sebanyak dalam bahasa Inggris, tetapi tetap ada dan kerap menjebak saat menulis.

| Pasangan | Makna 1 | Makna 2 | | --- | --- | --- | | bank / bang | lembaga keuangan | panggilan kakak laki-laki | | massa / masa | sejumlah besar orang atau benda | waktu, periode | | rok / rock | pakaian bawahan | jenis aliran musik | | sangsi / sanksi | ragu, bimbang | hukuman atau tindakan tegas |

Pada pasangan "massa" dan "masa", perbedaan satu huruf "s" sepenuhnya mengubah arti. "Massa" berkaitan dengan kerumunan atau berat benda dalam fisika, sedangkan "masa" berkaitan dengan waktu. Salah pilih, dan kalimat "pada masa itu" bisa berubah maknanya menjadi soal kerumunan. Di sinilah homofon berbahaya: pemeriksa ejaan otomatis sering meloloskannya karena kedua kata sama-sama benar secara terpisah - yang salah hanyalah konteksnya.

Homograf: Mata Tertipu, Telinga Tidak

Homograf bekerja terbalik. Tulisannya sama persis, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda. Dalam bahasa Indonesia, banyak homograf berakar pada perbedaan bunyi "e" - antara "e" pepet (seperti pada "emas") dan "e" taling (seperti pada "enak").

| Tulisan | Pelafalan A | Pelafalan B | | --- | --- | --- | | apel | apel (buah), e pepet | apel (upacara), e taling | | teras | teras (bagian depan rumah), e taling | teras (inti, pejabat teras), e pepet | | mental | mental (terpental), e taling | mental (kejiwaan), e pepet | | serang | serang (menyerbu), e pepet | Serang (nama kota), e taling |

Karena penulisan "e" pepet dan "e" taling tidak dibedakan dalam ejaan baku sehari-hari, pembaca hanya bisa menebak pelafalan yang benar dari konteks kalimat. "Pejabat teras" jelas merujuk pada kalangan inti, bukan beranda rumah. Inilah sebabnya membaca nyaring teks yang banyak homograf menuntut pemahaman makna lebih dulu, baru pelafalan menyusul.

Catatan soal Tanda Aksen

Untuk menghindari salah baca pada kasus penting, kamus dan teks pembelajaran kadang menambahkan tanda diakritik, misalnya menuliskan "é" untuk menandai e taling. Namun dalam tulisan resmi dan jurnalistik, tanda ini umumnya tidak dipakai, sehingga beban membedakan jatuh sepenuhnya pada pembaca.

Kenapa Ini Penting untuk Penulis

Memahami kedua gejala ini bukan sekadar urusan istilah. Bagi penulis, homofon adalah risiko ejaan: salah satu huruf saja sudah mengubah arti, dan kesalahan jenis ini lolos dari banyak alat koreksi. Bagi pembaca dan penutur, homograf adalah risiko pelafalan: salah baca bisa mengubah pesan, terutama saat membaca naskah pidato, presentasi, atau berita di depan publik.

Dalam ranah ejaan resmi, kewaspadaan serupa juga berlaku. EYD edisi kelima menegaskan, misalnya, bahwa gelar akademik ditulis dengan tanda titik dan dipisahkan koma dari nama, seperti "Ratulani Juwita, S.E., M.M.", dan huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan bahasa asing. Prinsipnya satu: dalam bahasa, perbedaan kecil sering memikul beban makna yang besar. Satu huruf, satu spasi, atau satu cara baca bisa menentukan apakah tulisan Anda dipahami atau disalahpahami.

Lain kali Anda ragu antara "masa" dan "massa", atau bimbang cara membaca "mental", ingatlah peta sederhana tadi: tanyakan dulu apa yang sama - bunyinya, tulisannya, atau keduanya. Dari satu pertanyaan itu, sebagian besar kebingungan langsung terurai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan homofon, homograf, dan homonim?
Homofon adalah kata yang bunyinya sama tetapi tulisan dan maknanya berbeda, misalnya bank dan bang. Homograf adalah kata yang tulisannya sama tetapi bunyi dan maknanya berbeda, misalnya apel buah dan apel upacara. Homonim adalah kata yang tulisan dan bunyinya sama persis, hanya maknanya yang berbeda.
Apakah apel termasuk homofon atau homograf?
Kata apel termasuk homograf karena tulisannya sama persis tetapi dibaca berbeda. Apel yang berarti buah dilafalkan dengan e pepet, sedangkan apel yang berarti upacara atau berkumpul dilafalkan dengan e taling.
Kenapa massa dan masa sering tertukar?
Keduanya termasuk homofon karena terdengar nyaris sama, padahal beda satu huruf. Massa berarti sejumlah besar orang atau benda, sedangkan masa berarti waktu atau periode, sehingga salah memilih dapat mengubah arti kalimat.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca