Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 4 menit baca

Kapan Memakai Huruf Miring (Italic) Menurut EYD V

Tiga aturan resmi, satu pengecualian penting, dan cara menandai italic saat menulis tangan

Oleh

Pernah ragu apakah kata _deadline_ perlu dimiringkan, atau cukup ditulis tegak begitu saja? Huruf miring sering dipakai asal-asalan, padahal aturannya sebenarnya pendek dan jelas. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD V) hanya menetapkan tiga keadaan di mana huruf miring wajib hadir. Selebihnya, tegak. Memahami batas ketiga aturan itu membuat tulisan Anda terlihat rapi, konsisten, dan sesuai kaidah.

Tiga Fungsi Resmi Huruf Miring

Menurut EYD V, huruf miring dipakai untuk tiga keperluan: menuliskan judul karya yang dikutip, menegaskan atau mengkhususkan bagian tertentu, dan menuliskan kata atau ungkapan bahasa asing maupun bahasa daerah yang belum diserap. Tabel berikut merangkumnya.

| Fungsi | Yang dimiringkan | Contoh | |---|---|---| | Judul karya | Buku, majalah, surat kabar yang dikutip | Majalah _Tempo_ memuat laporan itu. | | Penegasan/pengkhususan | Huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata | Huruf terakhir kata _abad_ adalah _d_. | | Bahasa asing/daerah | Kata atau ungkapan yang belum diserap | Hukum itu dikenal sebagai _lex specialis_. |

1. Judul yang dikutip

Judul buku, majalah, dan surat kabar yang disebut dalam tulisan ditulis miring. Misalnya: novel _Bumi Manusia_ karya Pramoedya, atau berita di harian _Kompas_. Perhatikan bahwa yang dimiringkan adalah judulnya, bukan kata "novel" atau "harian" di depannya.

2. Menegaskan atau mengkhususkan

Huruf miring dipakai untuk menonjolkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Contohnya:

  • Dia _tidak_ diundang, melainkan datang sendiri.
  • Imbuhan _ber-_ pada kata _berlari_ menyatakan tindakan.
  • Bab ini membahas _kalimat efektif_, bukan sekadar tata bahasa.

3. Bahasa asing atau daerah yang belum diserap

Kata dan ungkapan dari bahasa asing atau bahasa daerah yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia ditulis miring. Termasuk di sini nama ilmiah dalam bahasa Latin.

| Kategori | Contoh | |---|---| | Ungkapan asing | _curriculum vitae_, _et cetera_, _force majeure_ | | Bahasa daerah | _tepa selira_, _empan papan_ | | Nama ilmiah (Latin) | _Oryza sativa_ (padi), _Felis catus_ (kucing) |

Kapan Justru Tidak Dimiringkan

Inilah bagian yang paling sering keliru. Kata serapan yang sudah baku dalam bahasa Indonesia tidak ditulis miring, karena ia sudah menjadi bagian dari bahasa kita sendiri. Patokan praktisnya: jika kata itu sudah terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tulis tegak.

| Sudah diserap (tegak) | Belum diserap (miring) | |---|---| | sistem, riset, daring | _online_, _research_ | | pemerhati, gawai | _gadget_ | | swafoto, narahubung | _selfie_, _contact person_ | | tenggat | _deadline_ |

Jadi, tulislah "sistem daring", bukan "_sistem online_". Begitu sebuah kata punya padanan baku yang sudah resmi, padanan itulah yang dipakai dengan huruf tegak.

Saat Menulis Tangan, Ganti dengan Garis Bawah

Huruf miring adalah ciri teks cetak. Saat menulis dengan tangan, kita tidak bisa membuat huruf condong dengan konsisten. EYD V menetapkan penggantinya: tariklah garis bawah pada kata yang seharusnya dimiringkan. Aturan ini juga lazim dipakai saat menyunting naskah, sebagai tanda kepada penata letak bahwa kata bergaris bawah itu nanti dicetak miring.

Contoh dalam tulisan tangan:

  • Saya membaca novel Laskar Pelangi.
  • Istilah et cetera berasal dari bahasa Latin.
Pada teks cetak atau digital, kedua kata di atas cukup dimiringkan tanpa garis bawah.

Catatan Praktis Agar Tidak Keliru

Beberapa kebiasaan kecil membantu menjaga konsistensi. Pertama, jangan menumpuk penanda: cukup miring saja, tidak perlu sekaligus diberi tanda kutip atau dicetak tebal untuk fungsi yang sama. Kedua, untuk nama ilmiah, hanya nama genus dan spesies dalam bahasa Latin yang dimiringkan, sedangkan nama Indonesianya tetap tegak. Ketiga, bila Anda ragu sebuah kata asing sudah diserap atau belum, periksa KBBI; kamus inilah rujukan resmi yang memutuskan status sebuah kata.

Aturan huruf miring memang ringkas, tetapi konsistensi penerapannyalah yang membedakan tulisan yang cermat dari yang sembarangan. Ingat tiga fungsi resminya, hormati kata serapan yang sudah baku dengan menulisnya tegak, dan ganti miring dengan garis bawah saat menulis tangan. Dengan begitu, setiap kemiringan dalam tulisan Anda punya alasan yang jelas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kata serapan seperti 'sistem' atau 'riset' perlu dimiringkan?
Tidak. Kata serapan yang sudah baku dan terdaftar di KBBI ditulis dengan huruf tegak karena sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia. Huruf miring hanya untuk kata asing yang belum diserap.
Bagaimana menandai huruf miring saat menulis tangan?
Tariklah garis bawah pada kata yang seharusnya dimiringkan. Garis bawah ini menggantikan fungsi huruf miring yang tidak bisa dibuat konsisten dengan tulisan tangan.
Apa saja tiga fungsi resmi huruf miring menurut EYD V?
Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, majalah, atau surat kabar yang dikutip; menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, atau kelompok kata; serta menuliskan kata atau ungkapan bahasa asing maupun daerah yang belum diserap, termasuk nama ilmiah Latin.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca