Kata depan sering dianggap remeh, hanya dua atau tiga huruf yang terselip di antara kata lain. Namun justru preposisi inilah yang menentukan apakah sebuah kalimat terasa rapi atau berantakan. Salah menempatkan "di", keliru memilih antara "ke" dan "kepada", atau menyatukan kata depan yang seharusnya terpisah adalah kesalahan yang muncul bahkan dalam tulisan orang dewasa. Mari kita rapikan satu per satu.
Mengenal preposisi dan fungsinya
Preposisi atau kata depan adalah kata yang ditempatkan sebelum nomina, pronomina, atau frasa untuk menunjukkan hubungan makna, seperti tempat, arah, asal, waktu, tujuan, atau cara. Preposisi tidak pernah berdiri sendiri; ia selalu menuntun kata di belakangnya.
| Preposisi | Fungsi utama | Contoh | |---|---|---| | di | penanda tempat berada | Buku itu ada di meja. | | ke | penanda arah atau tujuan tempat | Ia pergi ke pasar. | | dari | penanda asal tempat, waktu, atau bahan | Ayah pulang dari kantor. | | pada | penanda waktu atau letak pada orang/hal | Kita bertemu pada hari Senin. | | kepada | penanda arah menuju orang | Surat itu ditujukan kepada guru. | | untuk | penanda tujuan atau peruntukan | Hadiah ini untuk adik. | | bagi | penanda peruntukan atau kepentingan | Air bersih penting bagi warga. | | dengan | penanda alat, cara, atau kebersamaan | Ia menulis dengan pena. | | oleh | penanda pelaku dalam kalimat pasif | Kue itu dibuat oleh ibu. | | sejak | penanda titik awal waktu | Ia tinggal di sini sejak 2015. | | hingga | penanda batas akhir | Kami menunggu hingga malam. | | tentang | penanda hal yang dibicarakan | Kami berdiskusi tentang seni. |
Beberapa preposisi mudah tertukar karena maknanya berdekatan. "Pada" dipakai untuk waktu (pada pukul tujuh) atau untuk menyatakan letak pada orang dan hal yang tidak bisa didahului "di" (Kunci itu ada pada saya). "Untuk" dan "bagi" sama-sama menandai peruntukan, tetapi "bagi" terasa lebih formal dan lazim mengawali kalimat (Bagi peserta, harap hadir tepat waktu). "Oleh" menandai pelaku pada kalimat pasif dan kerap bisa dihilangkan tanpa mengubah makna inti (Jendela itu dipecahkan oleh angin).
Aturan emas: preposisi ditulis terpisah
Inti dari kata depan di, ke, dan dari adalah bahwa ketiganya selalu ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. "di rumah", "ke sekolah", "dari desa"; masing-masing terdiri atas dua kata.
Yang membingungkan adalah kembaran mereka: awalan di- dan ke-. Awalan ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Perhatikan perbandingan berikut.
"di rumah" versus "dimakan"
- di rumah (terpisah): "di" menunjukkan tempat, bisa diganti menjadi "ke rumah" atau "dari rumah". Ini kata depan.
- dimakan (serangkai): "di-" membentuk kata kerja pasif, lawannya "memakan". Ini awalan.
"Ke" versus "kepada", "dari" versus "daripada"
Dua pasangan ini paling sering tertukar.
Ke dan kepada. Gunakan "ke" untuk arah menuju tempat, dan "kepada" untuk arah menuju orang atau pihak. Kita pergi ke kantor, tetapi menyerahkan laporan kepada atasan. Menulis "pergi kepada pasar" atau "memberi ke teman" sama-sama kurang tepat.
Dari dan daripada. "Dari" menandai asal, entah tempat, waktu, maupun bahan: pulang dari Bandung, meja dari kayu. "Daripada" dipakai khusus untuk membandingkan dua hal: "Kopi ini lebih pahit daripada teh." Kesalahan yang umum adalah memakai "daripada" untuk menyatakan kepemilikan atau asal, seperti "buku daripada saya", yang seharusnya cukup ditulis "buku saya" atau "buku dari saya".
Kesalahan umum yang mudah dihindari
| Keliru | Benar | Alasan | |---|---|---| | di makan | dimakan | awalan di-, bukan kata depan | | dirumah | di rumah | kata depan, harus terpisah | | kesekolah | ke sekolah | kata depan, harus terpisah | | kemana | ke mana | "ke" kata depan, harus terpisah | | lebih murah dari itu | lebih murah daripada itu | perbandingan memakai daripada | | memberi ke ayah | memberi kepada ayah | tujuan berupa orang |
Menguasai kata depan bukan soal menghafal daftar, melainkan memahami logika di baliknya: tempat, arah, asal, dan perbandingan. Sekali pola itu tertanam, tangan akan menulis "di rumah" dan "dimakan" dengan benar tanpa ragu, dan kalimat pun mengalir lebih jernih.