Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 7 menit baca

Imbuhan me-, ber-, di-, dan -kan: Fondasi Kata Kerja Bahasa Indonesia

Memahami empat imbuhan paling produktif yang mengubah kata benda dan kata sifat menjadi kata kerja

Oleh

Morfologi yang Membentuk Kalimat

Salah satu kekuatan terbesar Bahasa Indonesia adalah sistem imbuhannya. Dengan menambahkan awalan atau akhiran pada sebuah kata dasar, kita bisa menghasilkan puluhan kata baru dengan makna yang berbeda — aktif, pasif, kausatif, resiprokal, dan seterusnya.

Empat imbuhan yang paling produktif dan paling sering muncul adalah: me-, ber-, di-, dan -kan. Memahami keempatnya bukan hanya soal tata bahasa — ini adalah kunci untuk membaca dan menulis Bahasa Indonesia dengan lebih tepat.

me-: Pelaku Aktif

Prefiks me- (juga dalam bentuk mem-, men-, meng-, meny-, me-) menandai kata kerja aktif transitif — artinya ada pelaku yang melakukan tindakan terhadap objek.

Perubahan Bentuk

Bentuk me- berubah tergantung bunyi awal kata dasar:

| Kata Dasar | Bentuk me- | Aturan | |---|---|---| | baca | membaca | konsonan b, f, v, p → mem- | | tulis | menulis | t, d, s, sy → men- | | gambar | menggambar | konsonan tak bersuara, vokal → meng- | | sapu | menyapu | s → meny- | | lari | melari | tidak berubah untuk l, r, m, n, ng, ny |

Perubahan ini bukan acak — ada pola fonetis yang konsisten yang disebut nasalisasi: konsonan awal sering "dilunakkan" oleh nasalnya me-.

Fungsi Makna

  • Melakukan tindakan: membaca, menulis, memakan
  • Menjadi sesuatu: mengeras (menjadi keras), melemah
  • Menuju arah: mendarat (menuju darat), melaut
  • Menghasilkan sesuatu: melahirkan, menghasilkan

Perhatikan

Dalam percakapan informal dan penulisan tidak resmi, prefiks me- sering dihilangkan: "Dia baca buku" alih-alih "Dia membaca buku". Keduanya gramatikal, tapi tingkat formalitasnya berbeda.

ber-: Keadaan, Kepemilikan, Aktivitas Sendiri

Prefiks ber- (juga be- sebelum -r dan beberapa konsonan lain) menandai:

1. Kata Kerja Intransitif

Tidak ada objek langsung — pelaku melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri atau keadaannya berubah:

  • berlari — melakukan tindakan lari
  • berenang — melakukan aktivitas renang
  • berdiri — berada dalam posisi berdiri

2. Memiliki atau Menggunakan

  • berbaju — memakai baju
  • berhelm — memakai helm
  • berambut panjang — memiliki rambut panjang

3. Dalam Keadaan

  • bercerita — sedang menceritakan sesuatu (kepada orang lain, tidak perlu objek langsung)
  • berdiskusi — melakukan diskusi (bersama)
  • bertanya — melakukan tindakan bertanya

Ber- vs Me-

Perbedaan ini sering membingungkan:

  • memasak — aktif, transitif ("dia memasak nasi")
  • bermasak — tidak lazim; memasak lebih umum
Tapi:
  • berlomba — bersama-sama, intransitif
  • melombakan — membuat sesuatu menjadi perlombaan (transitif, dengan -kan)

di-: Kalimat Pasif

Prefiks di- adalah penanda kalimat pasif dalam Bahasa Indonesia. Objek dari kalimat aktif menjadi subjek kalimat pasif, dan pelaku (jika disebutkan) menggunakan kata oleh.

Struktur Dasar

Aktif: Ali membaca buku itu. Pasif: Buku itu dibaca (oleh Ali).

Aktif: Ibu memasak nasi. Pasif: Nasi dimasak (oleh ibu).

Pasif vs Aktif: Kapan Memakai yang Mana?

Bahasa Indonesia sangat fleksibel soal aktif-pasif. Beberapa panduan:

  • Kalau objeknya lebih penting dari pelakunya → gunakan pasif
  • Dalam penulisan ilmiah dan berita → pasif sering digunakan untuk memberi kesan objektif
  • Dalam percakapan informal → aktif lebih umum
Kalimat seperti "Surat ini perlu ditandatangani" (pasif, tanpa pelaku) sangat umum dalam surat resmi Indonesia.

Pasif Persona

Ada juga pasif persona dengan kata ganti: ku-, kau-, -nya:

  • kubaca = aku baca (dibaca olehku)
  • kautulis = kamu tulis (ditulis olehmu)
  • dibacanya = dibaca olehnya

-kan: Kausatif dan Benefaktif

Sufiks -kan sering dipasangkan dengan me- atau di- dan mengubah makna dasar kata menjadi:

1. Kausatif — Membuat/Menyebabkan

  • menidurkan — membuat (seseorang) tidur
  • membesarkan — membuat (sesuatu) besar / membesarkan (anak)
  • menghilangkan — membuat (sesuatu) hilang

2. Benefaktif — Melakukan untuk Orang Lain

  • membelikan — membeli untuk (seseorang): Ibu membelikan adik baju
  • mencarikan — mencari untuk (seseorang)
  • membuatkan — membuat untuk (seseorang)

3. Direktif — Mengarahkan ke Suatu Tempat/Keadaan

  • menaruhkan — menaruh ke suatu tempat
  • mengirimkan — mengirim kepada (seseorang)

Kombinasi Imbuhan

Kekuatan sesungguhnya adalah saat imbuhan-imbuhan ini digabungkan:

  • me-...-kan: menjelaskan (aktif, kausatif)
  • di-...-kan: dijelaskan (pasif, kausatif)
  • ber-...-kan: berdasarkan (berdasar pada)
  • per-...-kan: pertimbangkan (jadikan pertimbangan)
  • memper-...-kan: memperjuangkan (berjuang untuk)
Kombinasi seperti mempertanggungjawabkan atau dipertahankan adalah bukti betapa kompleks sekaligus sistematis imbuhan Bahasa Indonesia bekerja.

Mengapa Ini Penting?

Menguasai imbuhan berarti memiliki akses ke ribuan kata baru dari satu kata dasar. Kata kerja saja bisa menjadi: bekerja, dikerjakan, mengerjakan, pekerjaan, pekerja, kerjaan, mengerjakan, mempekerjakan, dipekerjakan — semuanya berbeda makna dan penggunaannya.

Bagi penutur asing, imbuhan adalah tantangan terbesar. Bagi penutur asli, ini adalah intuisi yang sudah tertanam sejak kecil — tapi memahaminya secara eksplisit membuat kita lebih cermat dalam memilih kata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa fungsi imbuhan me-?
Prefiks me- menandai kata kerja aktif, seperti membaca, menulis, dan memakan. Bentuknya berubah (mem-, men-, meng-, meny-) mengikuti bunyi awal kata dasar.
Apa fungsi imbuhan di-?
Prefiks di- menandai kalimat pasif, misalnya "buku itu dibaca" sebagai bentuk pasif dari "Ali membaca buku".
Apa beda imbuhan me- dan ber-?
me- umumnya membentuk kata kerja aktif transitif (memasak nasi), sedangkan ber- membentuk kata kerja intransitif atau keadaan (berlari, berbaju).
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Homofon dan Homograf: Saat Bunyi atau Tulisan Saling Menyamar

    Coba ucapkan "bank" dan "bang" keras-keras. Telinga Anda hampir tidak bisa membedakannya, padahal yang satu…

    4 menit baca

  2. Umum

    Diksi: Seni Memilih Kata yang Tepat, Sesuai, dan Lazim

    Dua kalimat bisa menyampaikan maksud yang sama, tetapi terasa sangat berbeda. "Ayahnya sudah mati" dan…

    4 menit baca

  3. Umum

    Kalimat Majemuk: Setara, Bertingkat, dan Campuran beserta Tanda Bacanya

    Pernahkah Anda menulis kalimat panjang, lalu ragu di mana koma harus dibubuhkan? Kebingungan itu biasanya…

    4 menit baca