Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 6 menit baca

Bedanya Kata Baku dan Tidak Baku — dan Kapan Pakai yang Mana

Tidak semua percakapan butuh kata baku. Tapi tidak juga sembarangan.

Oleh

Definisi Singkat

Kata baku adalah bentuk kata yang sudah ditetapkan benar menurut kaidah ejaan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata tidak baku adalah bentuk lain yang dipakai luas tetapi tidak resmi.

Contoh klasik:

  • apotek (baku) vs apotik (tidak baku)
  • februari (baku) vs pebruari (tidak baku)
  • risiko (baku) vs resiko (tidak baku)
  • atlet (baku) vs atlit (tidak baku)

Kenapa Ada Versi Tidak Baku?

Kata tidak baku bukan kesalahan acak. Biasanya muncul karena:

1. Pelafalan — orang menulis sesuai yang mereka ucap (resiko sesuai bunyi) 2. Pengaruh bahasa daerah — masuk lewat dialek lokal 3. Standardisasi yang berubah — KBBI revisi kadang mengubah bentuk baku

Yang ditulis di KBBI hari ini bisa beda dengan KBBI sepuluh tahun lalu. Bahasa hidup bergerak.

Kapan Wajib Pakai Baku

Wajib pakai bentuk baku di:

  • Tulisan resmi: surat dinas, laporan, kontrak, undang-undang
  • Karya akademik: skripsi, jurnal, makalah konferensi
  • Berita dan publikasi media yang menerapkan pedoman ejaan
  • Konten pendidikan formal: buku teks, materi sekolah
Di konteks ini, kesalahan satu huruf bisa diartikan sebagai ketidakcermatan — yang dalam konteks profesional bisa fatal.

Kapan Tidak Apa-apa Pakai Tidak Baku

Boleh longgar di:

  • Percakapan harian — resiko, apotik, jaman tidak akan bikin masalah
  • Media sosial yang informal
  • Tulisan kreatif yang sengaja memakai suara percakapan
  • Pesan singkat WhatsApp dengan keluarga
Memaksakan bentuk baku di sini malah terasa kaku dan menjauhkan komunikasi.

Daftar Pasangan yang Paling Sering Salah

| Baku | Tidak Baku | |---|---| | apotek | apotik | | atlet | atlit | | analisis | analisa | | efektif | efektif (sering keliru jadi "efektip") | | februari | pebruari | | hierarki | hirarki | | jadwal | jadual | | jaman | zaman (yang baku adalah zaman) | | kuitansi | kwitansi | | pikir | fikir | | risiko | resiko | | silakan | silahkan | | sutera | sutra (yang baku adalah sutra) | | teknik | tehnik |

Cara Cek dengan Cepat

1. KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id) — sumber paling otoritatif 2. artikata.id — kalau ada entri, ada penanda "baku" atau "tidak baku" di registernya 3. EYD V untuk aturan ejaan terbaru: ejaan.kemdikbud.go.id

Penutup

Bahasa Indonesia punya dua sisi: standar tertulis yang ketat, dan praktik harian yang lentur. Keduanya valid. Yang penting adalah tahu konteks — kapan ketat, kapan longgar.

Bukan tentang menjadi penjaga bahasa, tetapi menjadi penutur yang sadar.

Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Homonim vs Polisemi: Satu Kata, Banyak Makna — Tapi Beda Jenisnya

    Kata yang Sama, Masalah yang Berbeda Perhatikan dua kalimat ini: "Ular itu berbisa." "Dia bisa berenang." Dan…

    6 menit baca

  2. Umum

    Di Mana atau Dimana? Panduan Menulis 'di' yang Benar

    Kesalahan yang Paling Sering Muncul Di antara sekian banyak kesalahan penulisan Bahasa Indonesia, salah satu…

    5 menit baca

  3. Umum

    Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya

    Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit,…

    6 menit baca