Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 4 menit baca

Tingkat Perbandingan Adjektiva: Cara Tepat Memakai Daripada, Se-, dan Paling

Memahami tiga tingkat perbandingan kata sifat dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan contoh yang sering keliru

Oleh

Pernahkah Anda ragu menulis "lebih baik dari" atau "lebih baik daripada"? Atau bingung kapan harus memakai "ter-" dan kapan cukup "paling"? Kebimbangan semacam ini wajar, sebab perbandingan adalah salah satu pekerjaan paling sering yang dilakukan kata sifat. Setiap kali kita menilai dua benda, membandingkan dua orang, atau menunjuk yang teratas di antara banyak hal, kita sedang menggerakkan adjektiva ke salah satu dari tiga tingkatnya. Memahami ketiga tingkat itu membuat kalimat kita lebih cermat sekaligus terhindar dari kesalahan yang sudah telanjur umum.

Tiga Tingkat Perbandingan

Dalam bahasa Indonesia, adjektiva memiliki tiga tingkat perbandingan. Tingkat positif (atau tingkat biasa) menyatakan sifat apa adanya, tanpa membandingkan dengan apa pun, misalnya tinggi, cerdas, atau mahal. Tingkat komparatif menyatakan perbandingan antara dua hal, seperti lebih tinggi. Tingkat superlatif menyatakan tingkat tertinggi di antara semua yang dibandingkan, seperti paling tinggi atau tertinggi.

| Tingkat | Penanda | Contoh | |---|---|---| | Positif | (tanpa penanda) | Gedung itu tinggi. | | Komparatif | lebih, kurang | Gedung itu lebih tinggi. | | Superlatif | paling, ter- | Gedung itu paling tinggi. |

Ketiga tingkat ini hampir selalu bisa diterapkan pada adjektiva yang menyatakan kualitas atau ukuran, dan inilah kerangka yang perlu dikuasai lebih dulu sebelum masuk ke detail aturannya.

Komparatif: Lebih, Kurang, dan Kata "Daripada"

Komparatif dibentuk dengan menambahkan lebih atau kurang di depan adjektiva. Untuk menyebut pembandingnya, gunakan kata daripada, bukan dari.

  • Kakak lebih tinggi daripada adik.
  • Kopi ini kurang manis daripada teh tadi.
Inilah kesalahan yang paling sering muncul: banyak orang menulis "lebih baik dari" padahal seharusnya "lebih baik daripada". Kata dari dalam bahasa baku menunjukkan asal atau titik tolak (hadiah dari ibu, pulang dari kantor), sedangkan daripada khusus dipakai untuk perbandingan. Membedakan keduanya adalah salah satu penanda tulisan yang rapi.

Menjaga unsur yang dibandingkan setara

Agar perbandingan logis, dua hal yang diadu harus sejenis. Kalimat "Gaji di kota lebih besar daripada desa" sebaiknya disempurnakan menjadi "Gaji di kota lebih besar daripada gaji di desa", karena yang dibandingkan adalah gaji dengan gaji, bukan gaji dengan desa.

Tingkat Setara dengan "Se-"

Tidak semua perbandingan menyatakan satu hal melebihi yang lain. Ketika dua hal dianggap sama, kita memakai awalan se- yang melekat pada adjektiva, lalu diikuti pembandingnya.

  • Rumahnya setinggi pohon kelapa.
  • Hatinya seputih salju.
  • Dia secerdas kakaknya.
Pola se- + adjektiva ini menyatakan kesetaraan atau kemiripan derajat. Bentuk ini juga sering muncul dalam ungkapan dan peribahasa, seperti seindah lukisan atau sekeras baja, sehingga terasa hidup dalam pemakaian sehari-hari. Perhatikan bahwa se- di sini ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, dan adjektiva yang menyertainya tetap dalam bentuk dasar, bukan bentuk komparatif maupun superlatif.

Superlatif: "Paling" dan Awalan "Ter-"

Untuk menyatakan tingkat teratas, bahasa Indonesia menyediakan dua cara yang umumnya bermakna sama. Pertama, dengan kata paling di depan adjektiva. Kedua, dengan awalan ter- yang melekat pada adjektiva.

| Bentuk paling | Bentuk ter- | |---|---| | paling tinggi | tertinggi | | paling baik | terbaik | | paling indah | terindah | | paling cepat | tercepat |

Keduanya sah dan dapat saling menggantikan, sehingga "gunung paling tinggi" sama maknanya dengan "gunung tertinggi". Pilihan sering bergantung pada selera dan irama kalimat. Satu catatan kecil: hindari menumpuk keduanya menjadi "paling tertinggi", karena makna superlatifnya sudah cukup diwakili oleh salah satu saja.

Lingkup superlatif

Superlatif menuntut adanya kelompok pembanding, baik tersurat maupun tersirat. Dalam "Dia siswa terpandai di kelasnya", lingkup perbandingannya jelas, yaitu seluruh siswa di kelas itu. Menyebut lingkup ini membuat klaim superlatif lebih tepat dan tidak berlebihan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kekeliruan muncul berulang dalam tulisan sehari-hari. Mengenalinya membantu kita menyuntingnya dengan cepat.

| Kurang tepat | Lebih tepat | |---|---| | lebih baik dari | lebih baik daripada | | paling tertinggi | paling tinggi / tertinggi | | lebih cantik dari dia | lebih cantik daripada dia | | se tinggi pohon | setinggi pohon |

Inti dari semua perbaikan ini sebenarnya sederhana: pakai daripada untuk membandingkan, rangkaikan se- untuk menyatakan kesetaraan, dan jangan menggandakan penanda superlatif.

Menguasai tingkat perbandingan adjektiva bukan soal menghafal istilah, melainkan soal kepekaan saat menyusun kalimat. Begitu Anda terbiasa membedakan dari dan daripada, menempatkan se- pada konteks yang setara, dan memilih satu penanda superlatif saja, tulisan Anda akan terdengar lebih jernih dan terpercaya. Bahasa yang cermat dimulai dari hal-hal kecil semacam ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya 'dari' dan 'daripada'?
Kata 'dari' menyatakan asal atau titik tolak, misalnya 'hadiah dari ibu'. Kata 'daripada' dipakai khusus untuk perbandingan, misalnya 'lebih tinggi daripada adik'. Dalam bahasa baku, perbandingan selalu memakai 'daripada'.
Apa itu tingkat perbandingan adjektiva?
Tingkat perbandingan adjektiva adalah cara kata sifat menyatakan derajat, terdiri atas tiga tingkat. Tingkat positif menyatakan sifat apa adanya (tinggi), komparatif membandingkan dua hal (lebih tinggi), dan superlatif menunjuk yang teratas (paling tinggi atau tertinggi).
Apakah 'paling tinggi' sama dengan 'tertinggi'?
Ya, keduanya bermakna sama dan dapat saling menggantikan untuk menyatakan tingkat superlatif. Namun jangan menggabungkannya menjadi 'paling tertinggi', karena cukup salah satu penanda saja yang dipakai.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca