Pernahkah Anda ragu menulis "lebih baik dari" atau "lebih baik daripada"? Atau bingung kapan harus memakai "ter-" dan kapan cukup "paling"? Kebimbangan semacam ini wajar, sebab perbandingan adalah salah satu pekerjaan paling sering yang dilakukan kata sifat. Setiap kali kita menilai dua benda, membandingkan dua orang, atau menunjuk yang teratas di antara banyak hal, kita sedang menggerakkan adjektiva ke salah satu dari tiga tingkatnya. Memahami ketiga tingkat itu membuat kalimat kita lebih cermat sekaligus terhindar dari kesalahan yang sudah telanjur umum.
Tiga Tingkat Perbandingan
Dalam bahasa Indonesia, adjektiva memiliki tiga tingkat perbandingan. Tingkat positif (atau tingkat biasa) menyatakan sifat apa adanya, tanpa membandingkan dengan apa pun, misalnya tinggi, cerdas, atau mahal. Tingkat komparatif menyatakan perbandingan antara dua hal, seperti lebih tinggi. Tingkat superlatif menyatakan tingkat tertinggi di antara semua yang dibandingkan, seperti paling tinggi atau tertinggi.
| Tingkat | Penanda | Contoh | |---|---|---| | Positif | (tanpa penanda) | Gedung itu tinggi. | | Komparatif | lebih, kurang | Gedung itu lebih tinggi. | | Superlatif | paling, ter- | Gedung itu paling tinggi. |
Ketiga tingkat ini hampir selalu bisa diterapkan pada adjektiva yang menyatakan kualitas atau ukuran, dan inilah kerangka yang perlu dikuasai lebih dulu sebelum masuk ke detail aturannya.
Komparatif: Lebih, Kurang, dan Kata "Daripada"
Komparatif dibentuk dengan menambahkan lebih atau kurang di depan adjektiva. Untuk menyebut pembandingnya, gunakan kata daripada, bukan dari.
- Kakak lebih tinggi daripada adik.
- Kopi ini kurang manis daripada teh tadi.
Menjaga unsur yang dibandingkan setara
Agar perbandingan logis, dua hal yang diadu harus sejenis. Kalimat "Gaji di kota lebih besar daripada desa" sebaiknya disempurnakan menjadi "Gaji di kota lebih besar daripada gaji di desa", karena yang dibandingkan adalah gaji dengan gaji, bukan gaji dengan desa.
Tingkat Setara dengan "Se-"
Tidak semua perbandingan menyatakan satu hal melebihi yang lain. Ketika dua hal dianggap sama, kita memakai awalan se- yang melekat pada adjektiva, lalu diikuti pembandingnya.
- Rumahnya setinggi pohon kelapa.
- Hatinya seputih salju.
- Dia secerdas kakaknya.
Superlatif: "Paling" dan Awalan "Ter-"
Untuk menyatakan tingkat teratas, bahasa Indonesia menyediakan dua cara yang umumnya bermakna sama. Pertama, dengan kata paling di depan adjektiva. Kedua, dengan awalan ter- yang melekat pada adjektiva.
| Bentuk paling | Bentuk ter- | |---|---| | paling tinggi | tertinggi | | paling baik | terbaik | | paling indah | terindah | | paling cepat | tercepat |
Keduanya sah dan dapat saling menggantikan, sehingga "gunung paling tinggi" sama maknanya dengan "gunung tertinggi". Pilihan sering bergantung pada selera dan irama kalimat. Satu catatan kecil: hindari menumpuk keduanya menjadi "paling tertinggi", karena makna superlatifnya sudah cukup diwakili oleh salah satu saja.
Lingkup superlatif
Superlatif menuntut adanya kelompok pembanding, baik tersurat maupun tersirat. Dalam "Dia siswa terpandai di kelasnya", lingkup perbandingannya jelas, yaitu seluruh siswa di kelas itu. Menyebut lingkup ini membuat klaim superlatif lebih tepat dan tidak berlebihan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan muncul berulang dalam tulisan sehari-hari. Mengenalinya membantu kita menyuntingnya dengan cepat.
| Kurang tepat | Lebih tepat | |---|---| | lebih baik dari | lebih baik daripada | | paling tertinggi | paling tinggi / tertinggi | | lebih cantik dari dia | lebih cantik daripada dia | | se tinggi pohon | setinggi pohon |
Inti dari semua perbaikan ini sebenarnya sederhana: pakai daripada untuk membandingkan, rangkaikan se- untuk menyatakan kesetaraan, dan jangan menggandakan penanda superlatif.
Menguasai tingkat perbandingan adjektiva bukan soal menghafal istilah, melainkan soal kepekaan saat menyusun kalimat. Begitu Anda terbiasa membedakan dari dan daripada, menempatkan se- pada konteks yang setara, dan memilih satu penanda superlatif saja, tulisan Anda akan terdengar lebih jernih dan terpercaya. Bahasa yang cermat dimulai dari hal-hal kecil semacam ini.