Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 6 menit baca

Kenapa KBBI Berubah Setiap Tahun? Antara Aturan dan Realita Bahasa

Bukan karena malas konsisten — tetapi karena bahasa memang seharusnya bergerak

Oleh

Cerita Singkat

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tidak statis. Setiap edisi membawa ribuan perubahan:

  • Kata baru ditambah
  • Definisi diperbaiki
  • Bentuk baku digeser
  • Kata lama ditandai "arkais"
Edisi V (paling baru) misalnya, menambah lebih dari 5.000 entri dibanding edisi sebelumnya. Sementara puluhan ejaan resmi diubah karena pemakaian publik sudah berkembang lain.

Mengapa Bukan "Sekali Tetap"?

Sebagian orang menganggap kamus seharusnya seperti undang-undang — sekali ditetapkan, selamanya berlaku. Tapi linguistik modern tidak melihat begitu.

Bahasa Hidup Bergerak

Setiap zaman memproduksi kata baru: teknologi baru butuh nama, peristiwa sosial butuh istilah, generasi baru menciptakan dialek. Kalau kamus tidak bergerak, ia lama-lama jadi museum, bukan referensi.

Pemakaian Mempengaruhi Norma

Linguistik deskriptif percaya bahwa bahasa yang benar adalah bahasa yang dipakai. Kalau 90% penutur menulis "jaman" (bukan "zaman"), pada titik tertentu KBBI harus mengakui kenyataan ini.

Penemuan Linguistik Baru

Penelitian etimologi terus berkembang. Kata yang dulu dikira berasal dari Sanskerta ternyata dari bahasa Persia, atau sebaliknya. Definisi yang dulu disangka tunggal ternyata sudah lama menerima makna ganda. Kamus harus memutakhirkan diri.

Apa yang Berubah di Edisi V?

Contoh perubahan yang signifikan:

Kata Baru Diakui

Daring, luring, gawai, swafoto, warganet — semua baru masuk KBBI dalam dekade terakhir, padahal sudah lama dipakai.

Bentuk Baku Bergeser

  • Praktekpraktik (perubahan dari edisi sebelumnya)
  • Hipotesahipotesis
  • Aktivitas tetap aktivitas (bukan aktifitas yang kadang masih muncul)

Definisi Diperluas

Kata seperti klarifikasi sekarang diakui punya makna sekunder "pernyataan permintaan maaf publik" — bukan hanya "penjelasan."

Mengapa Tidak Semua Pemakaian Diakui?

Tidak semua kata yang dipakai jadi kandidat KBBI. Kriteria umum:

1. Sebaran luas — dipakai lintas kelompok, bukan hanya satu komunitas 2. Bertahan minimal beberapa tahun — bukan tren satu musim 3. Mengisi gap semantik — punya makna unik yang tidak bisa diganti kata lain 4. Tidak vulgar atau ofensif — kata yang masuk harus bisa dipakai dalam konteks netral

Itu sebabnya baper masuk (memenuhi 4 kriteria), tapi kepleset lokal atau plesetan sesaat tidak.

Implikasi untuk Penulis

Kalau kamu menulis profesional:

1. Pakai KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id) sebagai rujukan utama — versi cetak bisa tertinggal 2. Cek tanggal entri terakhir — beberapa kata punya catatan kapan masuk 3. Akui ketika kamu tidak yakin — bahasa yang berubah cepat berarti tidak semua orang harus tahu segalanya 4. Patuhi register — kata yang baru masuk KBBI tidak selalu cocok untuk tulisan formal akademik

Kamus Lain di Indonesia

KBBI bukan satu-satunya. Ada:

  • Kamus istilah teknis per bidang (kedokteran, hukum, ekonomi) — terbitan Badan Bahasa atau perhimpunan profesi
  • Kamus daerah — Bahasa Jawa, Sunda, dst dengan pendekatan deskriptif
  • Kamus etimologi — fokus asal-usul kata
  • Kamus serapan — kata-kata yang masuk dari bahasa lain
artikata.id memposisikan diri sebagai kamus modern — lebih cepat update dari KBBI cetak, lebih lengkap dari kamus online lainnya, dan lebih enak dibaca.

Penutup

Kamus yang bergerak adalah kamus yang sehat. Yang membuat KBBI tetap relevan adalah ia mau berubah — bukan ngotot pada bentuk yang sudah tidak lagi dipakai orang.

Begitu juga bahasa: yang hidup adalah yang bergerak. Tugas kita yang pakai bahasa adalah ikut menjaganya tetap bergerak ke arah yang lebih jelas, lebih kaya, lebih komunikatif.

Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Homonim vs Polisemi: Satu Kata, Banyak Makna — Tapi Beda Jenisnya

    Kata yang Sama, Masalah yang Berbeda Perhatikan dua kalimat ini: "Ular itu berbisa." "Dia bisa berenang." Dan…

    6 menit baca

  2. Umum

    Di Mana atau Dimana? Panduan Menulis 'di' yang Benar

    Kesalahan yang Paling Sering Muncul Di antara sekian banyak kesalahan penulisan Bahasa Indonesia, salah satu…

    5 menit baca

  3. Umum

    Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya

    Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit,…

    6 menit baca