Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 6 menit baca

Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya

Dari 'meninggal dunia' hingga 'difabel' — bagaimana bahasa memperhalus kenyataan yang tidak nyaman

Oleh

Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak

Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit, kemiskinan, seksualitas, cacat fisik, pemecatan. Di situlah eufemisme bekerja — ia menjadi jembatan antara kenyataan yang keras dan kata-kata yang lebih bisa diterima secara sosial.

Eufemisme berasal dari bahasa Yunani euphemismoseu (baik) + phemi (bicara). Secara harfiah: "berbicara dengan kata-kata yang baik." Ia adalah penggantian kata atau frasa yang dianggap kasar, tabu, atau menyinggung dengan kata yang lebih halus atau netral.

Bahasa Indonesia sangat kaya akan eufemisme — sebagian karena nilai kesopanan dan tidak ingin menyakiti perasaan (ewuh pakewuh) yang tertanam kuat dalam budaya.

Kategori Eufemisme dalam Bahasa Indonesia

Kematian

Ini adalah wilayah eufemisme paling subur di hampir semua bahasa. Bahasa Indonesia memiliki repertoar yang sangat beragam:

  • meninggal dunia (umum, netral)
  • wafat (khusus untuk orang yang dihormati, dari Arab wafāt)
  • berpulang (konotasi religius: kembali ke Tuhan)
  • mangkat (untuk raja atau bangsawan)
  • gugur (khusus untuk pahlawan atau orang yang mati membela sesuatu)
  • mati — ini adalah kata aslinya, tapi terasa kasar dalam konteks manusia dan sering dihindari
Pilihan kata mencerminkan siapa yang meninggal dan bagaimana hubungan pembicara dengannya. Menyebut pejuang kemerdekaan "mati" alih-alih "gugur" terasa tidak menghormati — bukan karena kata itu salah secara gramatikal, tapi karena ia tidak membawa penghargaan yang dianggap layak.

Tubuh dan Fungsi Fisiologis

  • buang air kecil/besar (menggantikan kata-kata untuk buang air secara langsung)
  • ke kamar kecil / ke toilet (euphemisme lokasi untuk aktivitas privat)
  • hamil lebih halus dari beberapa kata lama; berbadan dua lebih halus lagi dalam konteks tertentu
  • datang bulan (menstruasi)

Disabilitas dan Kondisi Fisik

Ini adalah area di mana eufemisme berevolusi paling cepat mengikuti perubahan nilai sosial:

  • difabel (dari "different ability") — menggantikan cacat atau penyandang cacat
  • tunanetra — pengguna lebih sopan dari buta
  • tunarungu — dari tuli
  • tunawisma — dari gelandangan
  • tunalaras — dari nakal/liar (untuk anak dengan masalah perilaku)
Pergeseran ini mencerminkan perubahan paradigma: dari melihat disabilitas sebagai "kurang" menjadi "berbeda".

Pekerjaan dan Status Sosial

  • tenaga kebersihan atau petugas kebersihan — menggantikan tukang sapu
  • pramusaji — menggantikan pelayan (terutama di hotel dan restoran)
  • petugas keamanan — menggantikan satpam dalam konteks resmi
  • karyawan tidak tetap atau mitra — menggantikan buruh harian lepas
Yang menarik: mitra dalam konteks ekonomi gig digunakan perusahaan teknologi untuk menghindari label karyawan, yang membawa hak dan kewajiban hukum tertentu. Di sini eufemisme tidak hanya soal sopan santun, tapi juga soal implikasi hukum.

Politik dan Birokrasi

Eufemisme politik (kadang disebut doublespeak) lebih kompleks karena sering kali menyembunyikan realitas, bukan sekadar memperhalusnya:

  • penertiban — bisa berarti penggusuran paksa
  • diamankan — bisa berarti ditangkap tanpa proses hukum yang jelas
  • penyesuaian harga — kenaikan harga
  • restrukturisasi — pemangkasan karyawan
  • pengembangan wilayah — yang mungkin melibatkan penggusuran komunitas asal

Ketika Eufemisme Menjadi Masalah

Eufemisme memiliki fungsi sosial yang valid — ia membantu kita berbicara tentang topik sensitif tanpa menyakiti perasaan atau melanggar tabu. Tapi ada titik di mana ia berubah menjadi obfuskasi: menyembunyikan kenyataan yang justru perlu dihadapi.

Ketika laporan korban bencana menggunakan "terdampak" secara terus-menerus alih-alih menyebut jumlah meninggal, ketika PHK massal disebut "rightsizing", atau ketika perang disebutkan dengan frasa "operasi keamanan" — eufemisme berhenti berfungsi sebagai basa-basi sopan dan mulai berfungsi sebagai penyamaran informasi.

Bahasa yang baik bukan selalu bahasa yang paling halus — kadang keberanian menyebut sesuatu dengan nama aslinya adalah bentuk kejujuran yang paling penting.

Eufemisme yang Berevolusi Menjadi Kata Biasa

Sebuah ironi linguistik: eufemisme yang berhasil akhirnya menjadi kata biasa, dan kata itu pun mulai membutuhkan eufemisme baru.

Toilet sendiri adalah eufemisme (dari Prancis toilette — meja rias). Mati dulu adalah kata netral; kini dirasakan kasar. Difabel yang muncul sebagai eufemisme sensitif mungkin suatu hari akan terasa usang dan digantikan oleh istilah baru.

Siklus ini tak berakhir — karena bahasa selalu hidup, dan persepsi manusia tentang apa yang "pantas" terus berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu eufemisme?
Eufemisme adalah penghalusan kata yang dianggap kasar atau tabu dengan kata yang lebih sopan, misalnya "meninggal dunia" untuk "mati" atau "difabel" untuk "cacat".
Apa contoh eufemisme dalam Bahasa Indonesia?
Contohnya tunanetra (buta), tunawisma (gelandangan), berpulang (meninggal), dan pramusaji (pelayan).
Apakah eufemisme selalu baik?
Tidak selalu. Eufemisme membantu kesopanan, tetapi bisa menyesatkan bila dipakai menyembunyikan kenyataan, seperti "penyesuaian harga" untuk kenaikan harga.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca