Kata yang Sebenarnya Tidak Perlu
Coba perhatikan kalimat ini: "Dia naik ke atas tangga lalu masuk ke dalam ruangan." Terdengar wajar, kan? Padahal ada pemborosan di sana. Naik sudah pasti ke atas; masuk sudah pasti ke dalam. Kata ke atas dan ke dalam sebenarnya mubazir.
Inilah pleonasme: penggunaan kata yang maknanya sudah terkandung dalam kata lain di frasa yang sama. Pleonasme tidak selalu salah — kadang dipakai sengaja untuk penegasan — tetapi dalam tulisan formal, ia sering dianggap sebagai pemborosan yang mengurangi ketajaman.
20 Frasa Mubazir yang Umum
| Frasa mubazir | Cukup ditulis | Alasan | |---|---|---| | naik ke atas | naik | naik = ke atas | | turun ke bawah | turun | turun = ke bawah | | mundur ke belakang | mundur | mundur = ke belakang | | maju ke depan | maju | maju = ke depan | | masuk ke dalam | masuk | masuk = ke dalam | | keluar dari | keluar | keluar = dari dalam | | saling pukul-memukul | saling memukul | saling = berbalasan | | para hadirin | hadirin | hadirin = sudah jamak | | para tamu-tamu | para tamu | dobel jamak | | banyak rumah-rumah | banyak rumah | dobel jamak | | sejak dari | sejak / dari | makna tumpang tindih | | agar supaya | agar / supaya | sinonim digabung | | demi untuk | demi / untuk | sinonim digabung | | adalah merupakan | adalah / merupakan | sinonim digabung | | disebabkan karena | disebabkan / karena | makna sama | | seperti misalnya | seperti / misalnya | makna sama | | amat sangat besar | amat besar / sangat besar | dobel penguat | | zaman dahulu kala | zaman dahulu | "kala" mubazir | | warna merah | merah | warna sudah implisit | | bulan Januari | Januari | "bulan" mubazir di konteks tertentu |
Pleonasme Jamak Ganda
Salah satu pleonasme paling sering: penanda jamak ditumpuk.
Bahasa Indonesia menandai jamak dengan beberapa cara — kata bilangan (banyak, para, beberapa) atau reduplikasi (rumah-rumah). Masalahnya, sering keduanya dipakai sekaligus:
- ❌ para guru-guru → ✅ para guru atau guru-guru
- ❌ banyak siswa-siswa → ✅ banyak siswa
- ❌ semua hadirin → ✅ hadirin (sudah jamak) atau semua yang hadir
Sinonim yang Digabung
Kesalahan klasik lain: menggabungkan dua kata yang artinya sama.
- agar supaya → keduanya berarti "supaya". Pilih satu.
- demi untuk → keduanya berarti "untuk".
- adalah merupakan → keduanya kata kerja kopula. Pilih satu.
- disebabkan karena → cukup disebabkan oleh atau karena.
Kapan Pleonasme Boleh?
Pleonasme tidak selalu kesalahan. Dalam beberapa konteks, ia berfungsi sebagai gaya bahasa penegas (majas pleonasme):
- "Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri." — penegasan kuat
- "Turun ke bawah!" dalam perintah mendesak — menambah ketegasan
- Dalam puisi dan pidato, pengulangan makna bisa memperkuat efek emosional
Mengapa Menghindari Frasa Mubazir?
Tulisan yang bebas pemborosan kata terasa:
1. Lebih tajam — pembaca langsung menangkap maksud tanpa kata pengganggu 2. Lebih profesional — menunjukkan penulis yang sadar setiap kata 3. Lebih efisien — hemat ruang, terutama penting di judul dan ringkasan
Cara Melatih Kepekaan
Setelah menulis, baca ulang dan tanyakan untuk setiap kata: "Apakah makna ini sudah ada di kata lain?" Kalau ya, salah satunya bisa dibuang.
Contoh proses: "Para peserta-peserta naik ke atas panggung untuk maju ke depan." → "Peserta naik ke panggung untuk maju." → Lebih ringkas, lebih kuat, tanpa kehilangan makna.
Menulis yang baik bukan soal menambah kata, melainkan tahu kata mana yang bisa dibuang. Seperti kata pepatah penulis: kalimat terbaik adalah yang tidak bisa dikurangi satu kata pun lagi.