Hampir setiap tulisan menyentuh angka: harga, tanggal, jumlah peserta, urutan juara. Anehnya, justru di sinilah banyak orang tergelincir. "Lima orang" atau "5 orang"? "Ke-2" atau "kedua"? "Rp10.000" atau "Rp 10,000"? Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EYD V) sebenarnya sudah mengatur semuanya dengan rapi. Begitu polanya kita pahami, menulis angka tidak lagi menjadi tebak-tebakan.
Huruf atau Angka? Aturan Dasarnya
Prinsip pertama: bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau pemaparan.
- Benar: Kami memesan lima belas kursi tambahan.
- Benar: Panitia menyiapkan 250 kursi untuk peserta.
Selalu Huruf di Awal Kalimat
Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, apa pun besarnya. Jika angkanya terlalu panjang untuk dieja, susunan kalimatnya yang diubah.
- Salah: 250 peserta hadir pada hari pertama.
- Benar: Dua ratus lima puluh peserta hadir pada hari pertama.
- Lebih luwes: Pada hari pertama hadir 250 peserta.
Bilangan Tingkat
Bilangan tingkat (urutan) bisa ditulis dengan tiga cara: angka Romawi, awalan ke- bergabung dengan kata, atau angka Arab dengan tanda hubung.
| Bentuk | Contoh | | --- | --- | | Romawi | abad XXI, Perang Dunia II | | ke- + kata (dirangkai) | abad kedua puluh satu, juara kedua | | ke- + angka (pakai tanda hubung) | abad ke-21, juara ke-2 |
Perhatikan bedanya: kedua ditulis serangkai tanpa tanda hubung, sedangkan ke-2 memakai tanda hubung karena menggabungkan awalan dengan angka. Kekeliruan yang sering muncul adalah menulis "ke 2" (terpisah, tanpa tanda hubung) atau "ke-dua" (tanda hubung pada huruf). Keduanya tidak baku.
Bilangan Utuh dan Pecahan
Saat dieja, bilangan utuh dan pecahan punya pola penulisannya sendiri.
| Jenis | Penulisan | Contoh | | --- | --- | --- | | Bilangan utuh | dengan huruf | dua belas (12) | | Pecahan | dengan huruf, pembilang dan penyebut dipisah | tiga perempat (3/4), seperenam (1/6) | | Campuran | gabungan keduanya | satu dua-pertiga (1 2/3) |
Frasa seperti setengah, seperempat, dan dua pertiga ditulis utuh sebagai kata bilangan pecahan, bukan dengan tanda garis miring dalam teks naratif.
Tanggal dan Mata Uang
Penulisan tanggal dalam kalimat lengkap memakai angka untuk tanggal dan tahun, sedangkan nama bulan dieja: 17 Agustus 1945. Tidak perlu menambahkan akhiran seperti "17-an" atau "tanggal ke-17".
Lambang mata uang rupiah ditulis Rp tanpa titik dan tanpa spasi, langsung diikuti nominal: Rp10.000,00 atau Rp75.000. Hal yang sering keliru:
- Salah: Rp. 10.000 atau Rp 10.000,-
- Benar: Rp10.000
Titik Ribuan dan Koma Desimal
Inilah perbedaan yang paling sering tertukar, terutama karena kebiasaan format Inggris. Dalam ejaan Indonesia, titik memisahkan ribuan dan koma menandai desimal. Ini kebalikan dari konvensi bahasa Inggris.
| Maksud | Indonesia (benar) | Format Inggris (jangan dipakai) | | --- | --- | --- | | Sepuluh ribu | 10.000 | 10,000 | | Tiga setengah | 3,5 | 3.5 | | Satu juta lima ratus ribu | 1.500.000 | 1,500,000 |
Jadi Rp2.500,75 dibaca dua ribu lima ratus rupiah tujuh puluh lima sen, bukan dua koma lima. Tanda titik pada bilangan juga tidak dipakai jika angka itu tidak menyatakan jumlah, misalnya nomor (nomor rumah, halaman, atau tahun): tahun 2026, halaman 1257, bukan 2.026 atau 1.257.
Penutup
Pola intinya sederhana: bilangan pendek yang dapat dieja satu hingga dua kata ditulis dengan huruf, awal kalimat selalu huruf, sedangkan angka besar, data teknis, tanggal, dan nominal uang ditulis dengan angka. Ingat pula dua penanda khas Indonesia: titik untuk ribuan, koma untuk desimal, serta Rp yang menempel rapat pada nominal. Sekali pola ini melekat, angka dalam tulisan Anda akan terlihat tertib dan tepat tanpa harus berhenti ragu setiap kali mengetiknya.