Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 6 menit baca

EYD, PUEBI, dan Ejaan Baru: Apa Beda dan Mana yang Dipakai Sekarang?

Tiga akronim yang sering bikin bingung — termasuk penulis berpengalaman

Oleh

Kronologi Singkat

  • 1972: EYD pertama (Ejaan Yang Disempurnakan) — penyatuan ejaan Indonesia-Malaysia setelah Ejaan Republik dan Ejaan Soewandi
  • 1987: EYD revisi
  • 2009: EYD revisi kedua
  • 2015: PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) — pengganti EYD
  • 2022: EYD Edisi V — menggantikan PUEBI
Jadi yang berlaku sekarang (2026) adalah EYD Edisi V. PUEBI sudah tidak resmi sejak 2022.

Apa Beda Konkretnya?

Kebanyakan aturan tidak berubah substansial. Yang sering berubah:

Penulisan Kata Asing

  • PUEBI: italik untuk kata asing yang belum diserap penuh
  • EYD V: lebih fleksibel — italik tetap, tapi banyak istilah teknologi (online, download) diserap penuh dan tidak perlu italik kalau sudah lazim

Tanda Baca

  • EYD V memperjelas pemakaian tanda hubung untuk akronim hibrida (COVID-19, Wi-Fi)
  • Aturan kapitalisasi judul juga sedikit dilonggarkan untuk konsistensi

Singkatan dan Akronim

  • Aturan baru: akronim yang sudah jadi kata umum (radar, sonar, laser) ditulis huruf kecil — bukan lagi RADAR atau SONAR

Mana yang Paling Sering Dipakai?

Secara praktis, media massa Indonesia masih bercampur:

  • Kompas, Tempo: mengikuti EYD V (paling baru)
  • Banyak situs blog: masih PUEBI atau EYD 2009 (jarang update)
  • Karya akademik: bervariasi, tergantung kebijakan kampus/jurnal
Untuk artikata.id, kami mengikuti EYD V untuk semua artikel jurnal dan entri kamus baru.

Yang Sering Bikin Salah

Beberapa hal yang berubah antar versi dan sering kepleset:

"Di" Sebagai Imbuhan vs Preposisi

Ini klasik tapi masih banyak yang keliru:
  • Di sebagai imbuhan (passive verb marker) → ditulis serangkai: diambil, dimakan, ditulis
  • Di sebagai preposisi (lokasi) → ditulis terpisah: di rumah, di pasar, di sini

"Ke" Sama Polanya

  • Imbuhan: kepada, ketiga, kedua-duanya
  • Preposisi: ke pasar, ke sekolah, ke sini

Penulisan Angka

  • Angka 1-9 dieja jika berdiri sendiri: tiga buku, bukan 3 buku
  • Angka ≥10 ditulis dengan angka: 15 orang, kecuali di awal kalimat: Lima belas orang...

Tanda Baca dalam Bilangan

  • Pemisah ribuan: titik (1.500)
  • Pemisah desimal: koma (3,14)
  • Ini KEBALIKAN dari Bahasa Inggris

Mengapa Aturan Sering Berubah?

Bahasa hidup. Aturan ejaan harus menyesuaikan dengan:

  • Kata baru yang masuk (terutama dari teknologi)
  • Praktik penulisan yang berkembang
  • Penyederhanaan untuk akses publik
Perubahan EYD V terhadap PUEBI sebagian besar berupa penyederhanaan, bukan pengetatan. Bahasa Indonesia formal cenderung makin pragmatis dari waktu ke waktu — yang sebenarnya tanda kesehatan bahasa.

Sumber Resmi

Untuk rujukan, akses langsung ke EYD V via Badan Bahasa: ejaan.kemdikbud.go.id. Versi yang Anda gunakan harus selalu yang paling baru.

Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Homonim vs Polisemi: Satu Kata, Banyak Makna — Tapi Beda Jenisnya

    Kata yang Sama, Masalah yang Berbeda Perhatikan dua kalimat ini: "Ular itu berbisa." "Dia bisa berenang." Dan…

    6 menit baca

  2. Umum

    Di Mana atau Dimana? Panduan Menulis 'di' yang Benar

    Kesalahan yang Paling Sering Muncul Di antara sekian banyak kesalahan penulisan Bahasa Indonesia, salah satu…

    5 menit baca

  3. Umum

    Eufemisme: Seni Berbicara Tanpa Menyebut yang Sebenarnya

    Ketika Bahasa Memilih untuk Melunak Ada topik-topik yang terasa sulit diucapkan langsung: kematian, penyakit,…

    6 menit baca