Kronologi Singkat
- 1972: EYD pertama (Ejaan Yang Disempurnakan) — penyatuan ejaan Indonesia-Malaysia setelah Ejaan Republik dan Ejaan Soewandi
- 1987: EYD revisi
- 2009: EYD revisi kedua
- 2015: PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) — pengganti EYD
- 2022: EYD Edisi V — menggantikan PUEBI
Apa Beda Konkretnya?
Kebanyakan aturan tidak berubah substansial. Yang sering berubah:
Penulisan Kata Asing
- PUEBI: italik untuk kata asing yang belum diserap penuh
- EYD V: lebih fleksibel — italik tetap, tapi banyak istilah teknologi (online, download) diserap penuh dan tidak perlu italik kalau sudah lazim
Tanda Baca
- EYD V memperjelas pemakaian tanda hubung untuk akronim hibrida (COVID-19, Wi-Fi)
- Aturan kapitalisasi judul juga sedikit dilonggarkan untuk konsistensi
Singkatan dan Akronim
- Aturan baru: akronim yang sudah jadi kata umum (radar, sonar, laser) ditulis huruf kecil — bukan lagi RADAR atau SONAR
Mana yang Paling Sering Dipakai?
Secara praktis, media massa Indonesia masih bercampur:
- Kompas, Tempo: mengikuti EYD V (paling baru)
- Banyak situs blog: masih PUEBI atau EYD 2009 (jarang update)
- Karya akademik: bervariasi, tergantung kebijakan kampus/jurnal
Yang Sering Bikin Salah
Beberapa hal yang berubah antar versi dan sering kepleset:
"Di" Sebagai Imbuhan vs Preposisi
Ini klasik tapi masih banyak yang keliru:- Di sebagai imbuhan (passive verb marker) → ditulis serangkai: diambil, dimakan, ditulis
- Di sebagai preposisi (lokasi) → ditulis terpisah: di rumah, di pasar, di sini
"Ke" Sama Polanya
- Imbuhan: kepada, ketiga, kedua-duanya
- Preposisi: ke pasar, ke sekolah, ke sini
Penulisan Angka
- Angka 1-9 dieja jika berdiri sendiri: tiga buku, bukan 3 buku
- Angka ≥10 ditulis dengan angka: 15 orang, kecuali di awal kalimat: Lima belas orang...
Tanda Baca dalam Bilangan
- Pemisah ribuan: titik (1.500)
- Pemisah desimal: koma (3,14)
- Ini KEBALIKAN dari Bahasa Inggris
Mengapa Aturan Sering Berubah?
Bahasa hidup. Aturan ejaan harus menyesuaikan dengan:
- Kata baru yang masuk (terutama dari teknologi)
- Praktik penulisan yang berkembang
- Penyederhanaan untuk akses publik
Sumber Resmi
Untuk rujukan, akses langsung ke EYD V via Badan Bahasa: ejaan.kemdikbud.go.id. Versi yang Anda gunakan harus selalu yang paling baru.