Tamu Pertama Eropa
Jauh sebelum Belanda mendirikan VOC dan memonopoli perdagangan rempah, bangsa Portugis sudah lebih dulu berlabuh di kepulauan Nusantara. Mereka tiba di Malaka pada 1511 dan terus merambah ke Maluku, Flores, Timor, dan pesisir Jawa.
Meski kekuasaan Portugis di kepulauan ini tidak bertahan lama dibanding Belanda, warisan linguistik mereka justru lebih dalam dari yang kita kira. Lebih dari 130 kata dalam Bahasa Indonesia berakar dari Bahasa Portugis — dan banyak di antaranya kita gunakan setiap hari tanpa menyadarinya.
Kata-Kata yang Bertahan Selama Lima Abad
Benda Rumah Tangga
Portugis memperkenalkan banyak benda baru beserta namanya:
- meja — dari mesa
- kursi — dari cadeira (via adaptasi fonetis) — ada perdebatan soal ini, kemungkinan dari Arab kursi, tapi kontak Portugis memperkuat penyebarannya
- garpu — dari garfo
- piring — dari prato (sebagian asal usulnya)
- lemari — dari armário
- jendela — dari janela
Pakaian dan Tekstil
- kemeja — dari camisa (baju)
- selendang — kemungkinan dari cinto atau adaptasi lain
- sepatu — dari sapato
Agama Kristen
Misi Kristenisasi Portugis meninggalkan jejak paling jelas di kosakata keagamaan:
- gereja — dari igreja
- misa — dari missa
- pastoral — dari pastoral
- Natal — dari Natal (kelahiran)
- Paskah — dari Páscoa
- padre — dari padre (imam)
- romo — dari rei + adaptasi, atau dari Jawa yang meminjam dari Portugis
Makanan dan Minuman
- pesta — dari festa
- mentega — dari manteiga
- nanas — dari ananás (Portugis meminjam dari bahasa Tupi-Amerika, lalu kita meminjam dari Portugis)
- terigu — dari trigo (gandum)
- cokelat — melalui Portugis dari bahasa Nahuatl xocolatl
Navigasi dan Perdagangan
- bandera → bendera — dari bandeira
- pelabuhan dan istilah-istilah pelabuhan banyak terpengaruh Portugis
- armada — dari armada
- palka (ruang kapal) — dari palha
Pola Adaptasi Fonetis
Bahasa Melayu (cikal bakal Bahasa Indonesia) tidak langsung menyerap kata Portugis secara utuh. Ada beberapa pola perubahan bunyi yang konsisten:
Vokal
- -ão Portugis → -ão atau -an dalam Melayu
- -eiro/-eira Portugis → dipotong
Konsonan
- J di Portugis berbunyi seperti zh (Prancis je) — diserap sebagai bunyi yang ada dalam Melayu
- R uvular Portugis → r biasa dalam Melayu
Penyederhanaan Gugus Konsonan
Melayu tradisional tidak menyukai gugus konsonan di awal kata. Kata Portugis yang dimulai dengan dua konsonan sering disederhanakan:
- cravo → kelawa (paku cengkeh)
- Cristo → konsep diserap, nama dipertahankan
Mengapa Pengaruh Portugis Bertahan Setelah Mereka Pergi?
Pertanyaan yang menarik: Belanda berkuasa lebih lama (350 tahun), tapi pengaruh linguistik Portugis pada aspek tertentu sama kuatnya. Beberapa alasan:
1. Lingua franca pedagang: Bahasa Portugis menjadi bahasa perdagangan di jalur rempah Asia sebelum Belanda dominan. Kata-kata Portugis sudah meresap ke bahasa-bahasa lokal sebelum Belanda datang.
2. Agama sebagai vektor: Misi Kristen Portugis sangat aktif di Flores, Timor, Maluku. Kata-kata keagamaan Portugis melekat kuat di komunitas Kristen yang terus menggunakannya.
3. Kosakata baru untuk benda baru: Portugis membawa benda-benda yang belum ada di Nusantara — meja, garpu, jendela — sekaligus namanya. Belanda yang datang belakangan tidak perlu mengganti nama benda yang sudah punya nama.
Komunitas Keturunan Portugis
Di Flores dan Timor, komunitas yang disebut Topas (keturunan Portugis-Asia) masih mempertahankan unsur-unsur budaya Portugis hingga hari ini. Di Batavia (Jakarta), dulu ada komunitas Mardijkers — bekas budak yang dibebaskan Portugis dan menggunakan bahasa Kreol Portugis.
Bahasa Kreol Portugis di Batavia (Batslaas, dialek lokal) bertahan sampai abad ke-20 sebelum akhirnya punah.
Serapan yang Tak Terduga
Beberapa serapan Portugis mengejutkan karena terlihat "sangat Indonesia":
- **Inggris pineapple dan Indonesia *nanas*** keduanya berasal dari jalur yang sama — Portugis mengambil ananás dari bahasa Tupi (Brazil), lalu menyebarkannya ke seluruh koloni mereka, termasuk Nusantara
- Sepatu terasa seperti kata Melayu asli, padahal berasal dari sapato
- Kemeja sudah terasa sangat "Jawa" padahal asalnya dari camisa Portugis