Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Sejarah· 7 menit baca

Dari 'oe' ke 'u': Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

Mengapa Soekarno ditulis dengan 'oe', dan bagaimana ejaan kita berubah empat kali dalam seabad

Oleh

Kenapa Nama Kakek Kita Ditulis Aneh?

Kalau Anda melihat dokumen lama, nama-nama tertulis dengan ejaan yang terasa asing: Soekarno, Soeharto, Djakarta, Jogjakarta, tjahaja, oentoek. Itu bukan salah ketik — itu ejaan resmi Bahasa Indonesia pada masanya.

Ejaan Bahasa Indonesia telah berubah beberapa kali sejak awal abad ke-20. Setiap perubahan mencerminkan upaya menyederhanakan dan memandirikan bahasa dari pengaruh kolonial. Mari kita telusuri perjalanannya.

1901 — Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan resmi pertama disusun oleh Charles van Ophuijsen, seorang ahli bahasa Belanda, dibantu Engku Nawawi dan Moehammad Taib. Karena dirancang oleh orang Belanda, ejaan ini sangat dipengaruhi sistem ejaan Belanda.

Ciri khasnya:

  • oe untuk bunyi [u]: boekoe (buku), oentoek (untuk)
  • j untuk bunyi [y]: sajang (sayang), jang (yang)
  • dj untuk bunyi [j]: djalan (jalan), Djakarta
  • tj untuk bunyi [c]: tjinta (cinta), katja (kaca)
  • nj untuk bunyi [ny]: njonja (nyonya)
  • ch untuk bunyi [kh]: achir (akhir)
  • Tanda ' (koma di atas) untuk bunyi hamzah/k: ma'loem (maklum)
Inilah ejaan yang dipakai saat Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945.

1947 — Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)

Tak lama setelah merdeka, Menteri Pendidikan Soewandi mengeluarkan ejaan baru pada 19 Maret 1947. Tujuannya menyederhanakan ejaan Van Ophuijsen.

Perubahan utama:

  • oe menjadi u: boekoebuku, SoerabajaSurabaja
  • Tanda koma hamzah diganti k: ta'tak
  • Bunyi [e] pepet dan taling tidak dibedakan
Inilah mengapa generasi setelah 1947 mulai menulis buku alih-alih boekoe. Tapi dj, tj, dan j (untuk y) masih bertahan — jadi masih Djakarta dan tjahaja.

Menariknya, nama orang sering tidak ikut berubah. Banyak yang mempertahankan ejaan lama namanya (Soekarno tetap dengan oe) karena nama dianggap identitas pribadi.

1972 — Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Inilah reformasi terbesar. Pada 16 Agustus 1972, Presiden Soeharto meresmikan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), hasil kerja sama dengan Malaysia untuk menyeragamkan ejaan kedua negara.

Perubahan besar: | Lama | EYD 1972 | Contoh | |---|---|---| | dj | j | DjakartaJakarta | | j | y | sajangsayang | | tj | c | tjintacinta | | nj | ny | njonjanyonya | | sj | sy | sjaratsyarat | | ch | kh | achirakhir |

Setelah 1972, tulisan Indonesia mulai terlihat seperti yang kita kenal sekarang. Cinta, Jakarta, sayang — semua bentuk modern lahir dari reformasi ini.

2015 — PUEBI

Pada 2015, EYD diperbarui menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) melalui peraturan menteri. Perubahannya tidak sebesar 1972 — lebih banyak penyempurnaan aturan, seperti penggunaan huruf kapital, huruf tebal, dan penulisan unsur serapan.

2022 — Kembali ke Nama "EYD"

Pada 2022, melalui Keputusan Kepala Badan Bahasa, pedoman ejaan kembali dinamai EYD Edisi V. Jadi secara resmi, ejaan yang berlaku sekarang disebut EYD Edisi Kelima — memperbarui dan menggantikan PUEBI.

Perubahan pada EYD V termasuk penambahan aturan untuk hal-hal baru, seperti penggunaan tanda baca tertentu dan penulisan bentuk serapan dari berbagai bahasa.

Garis Waktu Ringkas

| Tahun | Ejaan | Ciri utama | |---|---|---| | 1901 | Van Ophuijsen | oe, dj, tj, j=y | | 1947 | Republik (Soewandi) | oe → u | | 1972 | EYD | dj→j, tj→c, j→y | | 2015 | PUEBI | penyempurnaan aturan | | 2022 | EYD Edisi V | nama kembali ke EYD |

Mengapa Ejaan Terus Berubah?

Perubahan ejaan bukan tanda bahasa yang tidak stabil, melainkan bahasa yang hidup dan merdeka. Setiap reformasi punya tujuan:

1. Melepas pengaruh kolonial — menghapus jejak ejaan Belanda (oe, dj, tj) 2. Menyederhanakan — satu bunyi idealnya satu huruf 3. Menyeragamkan — terutama dengan Malaysia pada 1972 4. Mengikuti perkembangan — kata serapan baru butuh aturan baru

Warisan yang Masih Terlihat

Jejak ejaan lama masih ada di sekitar kita:

  • Nama orang: Soekarno, Soeharto, Djoko
  • Nama tempat & merek: Djarum, Toko Oen
  • Dokumen dan prasasti lama
Setiap kali kita melihat oe atau dj pada nama, kita sedang menatap sepotong sejarah — bukti bahwa bahasa yang kita pakai hari ini adalah hasil perjalanan panjang menuju kemandirian. Dari boekoe menjadi buku, dari tjinta menjadi cinta: setiap huruf yang berubah menyimpan cerita tentang bangsa yang membentuk bahasanya sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa nama Soekarno ditulis dengan "oe"?
Karena pada Ejaan Van Ophuijsen (1901), bunyi u ditulis "oe". Setelah Ejaan Republik 1947 diganti menjadi "u", tetapi banyak nama orang mempertahankan ejaan lama.
Apa itu EYD?
EYD adalah Ejaan yang Disempurnakan, diresmikan tahun 1972, yang mengubah dj menjadi j, tj menjadi c, dan j menjadi y. Sejak 2022 pedoman ejaan kembali dinamai EYD Edisi V.
Sudah berapa kali ejaan Indonesia berubah?
Ejaan resmi berubah beberapa kali, yaitu Van Ophuijsen (1901), Republik atau Soewandi (1947), EYD (1972), PUEBI (2015), dan EYD Edisi V (2022).
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Sejarah

    Bahasa Indonesia di Panggung Dunia

    Setiap kali kita mengucapkan kata "bahasa", kita sedang memakai serapan dari bahasa Sanskerta, bhāṣā. Kata…

    4 menit baca

  2. Sejarah

    Puisi Lama Melayu Selain Pantun: Karmina, Gurindam, Syair, dan Talibun

    Sebut "puisi lama Melayu", dan sebagian besar orang langsung teringat pantun. Padahal khazanah sastra lama…

    3 menit baca

  3. Sejarah

    Sejarah Kamus Bahasa Indonesia: Dari Pigafetta hingga KBBI Daring

    Setiap kali kita membuka kamus untuk memastikan makna sebuah kata, kita sebenarnya berdiri di ujung sebuah…

    4 menit baca