kagum
adjektiva
Definisi Sederhana
kagum adalah sangat heran (dengan rasa memuji); takjub; tercengang: ''dia kagum menyaksikan ketangkasan pemain silat itu.
Definisi Utama
Etimologi
- Berasal dari bahasa Jawa Modern "kagum" 'takjub, terkejut, terkesan', dari bahasa Jawa Kuno "kagöm" (ö sama dengan eu, kagöm sama dengan kageum) 'tercekam karena ketakukan atau keheranan yang tiba-tiba' Proto Malayo Javanic *ge?em (*e?e menjadi ö) menjadi bahasa Jawa Kuno ka-göm, ka-göm-an (ö menjadi u) menjadi bahasa Jawa Modern kagum. Kata ini berasal dari etimon Proto Malayo Javanic *geɁem [gəɁəm] yang secara teratur menjadi bahasa Sunda geueuman (= geueum-an) [gɨɁɨman] ‘heran’. Etimon ini menjadi bahasa Jawa Kuno göm yang muncul dalam ka-göm dan ka-göm-an ‘tercekam rasa takut yang mendadak atau rasa kagum’, karena *Ɂ hilang dan kedua *e berkontraksi menjadi e panjang. Vokal ini secara teratur menjadi bahasa Jawa Modern u sehingga refleksnya kagum. Dalam bahasa Melayu *e tidak pernah menjadi u, tetapi muncul sebagai e atau a bergantung dari posisinya dalam kata. bahasa Melayu kagum tidak diwarisi, melainkan dipinjam dari bahasa Jawa. (Nothofer, 2013)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa Arti "kagum"?
- 1. (adjektiva) sangat heran (dengan rasa memuji); takjub; tercengang: ''dia kagum menyaksikan ketangkasan pemain silat itu
- Dari Mana Asal Kata "kagum"?
- Berasal dari bahasa Jawa Modern "kagum" 'takjub, terkejut, terkesan', dari bahasa Jawa Kuno "kagöm" (ö sama dengan eu, kagöm sama dengan kageum) 'tercekam karena ketakukan atau keheranan yang tiba-tiba' Proto Malayo Javanic *ge?em (*e?e menjadi ö) menjadi bahasa Jawa Kuno ka-göm, ka-göm-an (ö menjadi u) menjadi bahasa Jawa Modern kagum. Kata ini berasal dari etimon Proto Malayo Javanic *geɁem [gəɁəm] yang secara teratur menjadi bahasa Sunda geueuman (= geueum-an) [gɨɁɨman] ‘heran’. Etimon ini menjadi bahasa Jawa Kuno göm yang muncul dalam ka-göm dan ka-göm-an ‘tercekam rasa takut yang mendadak atau rasa kagum’, karena *Ɂ hilang dan kedua *e berkontraksi menjadi e panjang. Vokal ini secara teratur menjadi bahasa Jawa Modern u sehingga refleksnya kagum. Dalam bahasa Melayu *e tidak pernah menjadi u, tetapi muncul sebagai e atau a bergantung dari posisinya dalam kata. bahasa Melayu kagum tidak diwarisi, melainkan dipinjam dari bahasa Jawa. (Nothofer, 2013)