randu
nomina
Definisi Sederhana
randu adalah pohon yang kayunya tidak keras dan berwarna putih, kulit kayu berwarna hijau, berdaun majemuk, terdiri atas 3-9 anak daun tersusun menjari, bunganya berwarna putih…
Kata ini punya 2 arti dalam nomina. Lihat selengkapnya di bawah.
Definisi Lengkap
nomina(2 arti)
pohon yang kayunya tidak keras dan berwarna putih, kulit kayu berwarna hijau, berdaun majemuk, terdiri atas 3-9 anak daun tersusun menjari, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan, berbuah lonjong, berbiji bulat kecil berwarna hitam, berserat kapuk, digunakan untuk mengisi bantal dan kasur; pohon kapuk; "Ceiba pentandra"
kayu randu
Etimologi
- Pinjaman dari bahasa Jawa ranḍu, dari bahasa Jawa Kuno ranḍu 'pohon kapuk, Ceiba petandra' PMJ *DaŋDeR (*D- > r, *nasal + *D > nḍ, *-R > Ø, *e > ö) > BJK ranḍö (ö > u) > BJM ranḍu. Etimon *DaŋDeR tidak memiliki kognat dalam bahasa Melayu (*DaŋDeR > Ø). Refleksnya dalam bahasa Sunda dangdeur dan dalam bahasa Jawa ranḍu. Dalam bahasa Jawa etimon ini mengalami perubahan berikut: 1) *D- berubah menjadi r dan *-D- sesudah konsonan nasal menjadi ḍ, 2) *ŋ sebelum ḍ diasimilasikan menjadi n, 3) *-R hilang dan menyebabkan pemanjangan vokal sebelumnya, artinya *e menjadi ö, yaitu ranḍö. Kata ranḍö muncul sebagai ranḍu dalam bahasa Jawa yang baku karena bahasa Jawa Kuno ö secara teratur menjadi u [u] dalam bahasa Jawa Modern. BJM ranḍu dipinjam bahasa Melayu sebagai randu karena konsonan retrofleks bahasa Jawa selalu diubah menjadi konsonan alveolar dalam bahasa Melayu, artinya [ḍ] berubah menjadi [d]. (Nothofer, 2013)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa Arti "randu"?
- 1. (nomina) pohon yang kayunya tidak keras dan berwarna putih, kulit kayu berwarna hijau, berdaun majemuk, terdiri atas 3-9 anak daun tersusun menjari, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan, berbuah lonjong, berbiji bulat kecil berwarna hitam, berserat kapuk, digunakan untuk mengisi bantal dan kasur; pohon kapuk; "Ceiba pentandra" 2. (nomina) kayu randu
- Dari Mana Asal Kata "randu"?
- Pinjaman dari bahasa Jawa ranḍu, dari bahasa Jawa Kuno ranḍu 'pohon kapuk, Ceiba petandra' PMJ *DaŋDeR (*D- > r, *nasal + *D > nḍ, *-R > Ø, *e > ö) > BJK ranḍö (ö > u) > BJM ranḍu. Etimon *DaŋDeR tidak memiliki kognat dalam bahasa Melayu (*DaŋDeR > Ø). Refleksnya dalam bahasa Sunda dangdeur dan dalam bahasa Jawa ranḍu. Dalam bahasa Jawa etimon ini mengalami perubahan berikut: 1) *D- berubah menjadi r dan *-D- sesudah konsonan nasal menjadi ḍ, 2) *ŋ sebelum ḍ diasimilasikan menjadi n, 3) *-R hilang dan menyebabkan pemanjangan vokal sebelumnya, artinya *e menjadi ö, yaitu ranḍö. Kata ranḍö muncul sebagai ranḍu dalam bahasa Jawa yang baku karena bahasa Jawa Kuno ö secara teratur menjadi u [u] dalam bahasa Jawa Modern. BJM ranḍu dipinjam bahasa Melayu sebagai randu karena konsonan retrofleks bahasa Jawa selalu diubah menjadi konsonan alveolar dalam bahasa Melayu, artinya [ḍ] berubah menjadi [d]. (Nothofer, 2013)