Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 4 menit baca

Tanda Petik dan Tanda Petik Tunggal: Panduan Lengkap EYD V

Kapan memakai tanda petik ganda, kapan yang tunggal, dan di mana meletakkan tanda baca lain menurut EYD V, lengkap dengan contoh dan kesalahan yang sering terjadi.

Oleh

Tanda petik terlihat sepele, hanya dua goresan kecil yang mengapung di kiri dan kanan kata. Namun begitu kita menulis dialog, mengutip ucapan seseorang, atau menandai istilah asing, tanda mungil ini menentukan apakah kalimat terbaca rapi atau malah rancu. Ejaan Bahasa Indonesia edisi kelima (EYD V) menetapkan aturan yang jelas untuk dua bentuknya, yaitu tanda petik ganda ("...") dan tanda petik tunggal ('...'). Berikut peta lengkapnya.

Dua bentuk dengan tugas berbeda

Banyak orang memakai kedua tanda ini secara bergantian, seolah sama saja. Padahal keduanya punya wilayah kerja sendiri. Tanda petik ganda menangani kutipan utama dan penanda istilah, sedangkan tanda petik tunggal hadir untuk situasi khusus di dalam kutipan atau saat kita menjelaskan makna sebuah kata. Memahami pembagian tugas ini sudah setengah dari jawaban.

Tiga tugas tanda petik ganda

Mengapit petikan langsung

Fungsi paling umum tanda petik ganda adalah mengapit petikan langsung dari pembicaraan atau naskah tertulis. Petikan itu bisa berupa ucapan lisan maupun kalimat yang disalin dari dokumen, dan harus ditulis persis seperti sumbernya tanpa diubah.

Contoh: Kata Ibu, "Saya gembira sekali." Contoh: "Merdeka atau mati!" seru pemuda itu di lapangan.

Mengapit judul bagian karya

Tanda petik ganda dipakai untuk judul sajak, lagu, film, artikel, naskah, atau bab buku yang disebut di dalam kalimat.

Contoh: Marilah menyanyikan lagu "Maju Tak Gentar". Contoh: Sajak "Aku" karya Chairil Anwar sering dibacakan di panggung.

Logikanya, bagian dari sebuah karya diapit tanda petik, sedangkan karya utuh yang berdiri sendiri ditulis miring. Karena itu, judul buku, majalah, dan surat kabar justru memakai huruf miring, bukan tanda petik.

Menandai istilah atau kata bermakna khusus

Tanda petik ganda juga menandai istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Tanda ini memberi sinyal bahwa kata tersebut tidak dipakai dalam arti harfiahnya.

Contoh: Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas. Contoh: "Tetikus" komputer ini sudah rusak.

| Fungsi | Contoh | |---|---| | Petikan langsung | Kata Ibu, "Saya gembira sekali." | | Judul bagian karya | Nyanyikanlah lagu "Indonesia Raya". | | Istilah atau makna khusus | Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas. |

Dua tugas tanda petik tunggal

Petikan di dalam petikan

Ketika sebuah kutipan sudah berada di dalam kutipan lain, kutipan bagian dalam memakai tanda petik tunggal.

Contoh: Diah bertanya, "Kamu dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"

Makna, terjemahan, atau penjelasan

Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan sebuah kata atau ungkapan. Kata asing yang dijelaskan biasanya ditulis miring, lalu maknanya diapit petik tunggal. Perhatikan bahwa tidak ada spasi di dalam pasangan tanda petik itu, dan makna ditulis tepat setelah kata yang dijelaskan.

Contoh: feedback 'umpan balik' Contoh: noken 'tas khas Papua' Contoh: retina 'dinding mata sebelah dalam'

Menempatkan tanda baca lain

Di sinilah banyak penulis tergelincir. Aturannya bergantung pada jenis pemakaian. Pada petikan langsung, tanda baca akhir seperti titik, koma, tanda tanya, dan tanda seru diletakkan di dalam tanda petik penutup. Sebaliknya, pada kata atau istilah bermakna khusus di ujung kalimat, tanda baca akhir diletakkan di luar tanda petik penutup.

| Konteks | Posisi tanda baca | Contoh | |---|---|---| | Petikan langsung | Di dalam tanda petik penutup | Ayah bertanya, "Kapan kamu pulang?" | | Kata bermakna khusus di akhir kalimat | Di luar tanda petik penutup | Dia mendapat julukan "si Hitam". |

Untuk petikan yang terpotong, koma pemisah tetap berada di dalam tanda petik: "Saya lelah," kata Rani, "tetapi tugas ini harus selesai."

Kesalahan yang sering muncul

| Sering salah | Sebaiknya | |---|---| | Judul buku dalam tanda petik: novel "Bumi Manusia" | Judul buku ditulis miring: novel Bumi Manusia | | Tanda petik untuk menekankan kata: harga "murah" | Penekanan memakai huruf miring: harga murah | | Titik di luar petikan langsung: katanya, "Aku pergi". | Titik di dalam: katanya, "Aku pergi." | | Petik tunggal untuk dialog: 'Ayo pulang,' katanya. | Dialog memakai petik ganda: "Ayo pulang," katanya. |

Membubuhkan tanda petik pada kata biasa demi memberi kesan tertentu justru sering memunculkan nada sinis yang tidak diinginkan. Bila tujuannya menegaskan sebuah kata, huruf miring atau tebal jauh lebih tepat.

Penutup

Menguasai tanda petik sebenarnya soal membedakan niat: apakah kita sedang mengutip, menyebut judul, menandai istilah, atau menjelaskan makna. Setelah niat itu jelas, pilihan antara tanda petik ganda dan tunggal, serta letak tanda baca lain, akan mengikuti dengan sendirinya. Tanda baca memang kecil, tetapi ketepatannya membuat tulisan terasa cermat dan mudah dipercaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah judul buku ditulis dengan tanda petik?
Tidak. Judul buku, majalah, dan surat kabar ditulis dengan huruf miring. Tanda petik hanya dipakai untuk judul bagian karya seperti bab, artikel, sajak, atau lagu yang disebut di dalam kalimat.
Kapan menggunakan tanda petik tunggal?
Tanda petik tunggal dipakai dalam dua situasi, yaitu untuk mengapit petikan yang berada di dalam petikan lain dan untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan sebuah kata atau ungkapan.
Di mana meletakkan titik pada kutipan langsung?
Pada kutipan langsung, titik dan tanda baca akhir lain diletakkan di dalam tanda petik penutup. Namun untuk kata bermakna khusus di akhir kalimat, tanda baca justru diletakkan di luar tanda petik penutup.
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca