Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Etimologi· 4 menit baca

Asal-Usul Nama Bulan dalam Bahasa Indonesia: Dari Dewa Romawi sampai Angka Latin

Menelusuri jejak Januari hingga Desember, kata-kata serapan yang lahir di Roma, singgah di bahasa Belanda, lalu menetap di lidah kita.

Oleh

Setiap kali kita menulis tanggal pada kepala surat atau menandai hari ulang tahun, kita sebenarnya menyebut nama dewa, ritual kuno, bahkan dua penguasa Romawi tanpa sadar. Kedua belas nama bulan dalam bahasa Indonesia bukan ciptaan asli, melainkan kata serapan yang menempuh jalan panjang: lahir di Roma, singgah di bahasa Belanda, lalu menetap di lidah kita. Mari kita runut satu per satu.

Jalur serapan: dari Latin, lewat Belanda

Nama bulan yang kita pakai sehari-hari masuk ke bahasa Indonesia melalui bahasa Belanda pada masa kolonial. Bentuk Belanda itu sendiri diwarisi dari bahasa Latin, bahasa Kekaisaran Romawi. Itulah sebabnya ejaan seperti Februari, Oktober, dan Desember terasa mirip dengan banyak bahasa Eropa lain. Yang berubah hanya penyesuaian ejaan agar cocok dengan lafal Indonesia, misalnya Maart menjadi Maret dan December menjadi Desember. KBBI membakukan kedua belasnya seperti pada tabel berikut.

| Indonesia | Belanda | Latin | |---|---|---| | Januari | Januari | Januarius | | Februari | Februari | Februarius | | Maret | Maart | Martius | | April | April | Aprilis | | Mei | Mei | Maius | | Juni | Juni | Junius | | Juli | Juli | Julius | | Agustus | Augustus | Augustus | | September | September | September | | Oktober | Oktober | October | | November | November | November | | Desember | December | December |

Empat bulan pembuka: dewa dan penyucian

Januari diambil dari Januarius, merujuk pada Janus, dewa pintu, permulaan, dan peralihan. Janus digambarkan berwajah dua: satu menghadap ke belakang (masa lalu), satu ke depan (masa depan). Lambang yang pas untuk bulan pergantian tahun.

Februari berasal dari Februarius, dari kata februa, yaitu ritual penyucian yang digelar orang Romawi pada pertengahan bulan ini. Maknanya kira-kira "pembersihan".

Maret berasal dari Martius, dinamai menurut Mars, dewa perang. Dalam kalender Romawi kuno, Maret justru menjadi bulan pertama.

April paling tidak pasti asal-usulnya. Sebagian ahli mengaitkannya dengan kata aperire ("membuka"), merujuk kuncup bunga yang merekah di musim semi; sebagian lain menghubungkannya dengan Venus. Asal kata ini memang masih diperdebatkan sampai sekarang.

Bulan yang mungkin dinamai dewi

Mei umumnya dikaitkan dengan Maia, dewi kesuburan Romawi. Juni biasanya dihubungkan dengan Juno, dewi pelindung yang merupakan istri Jupiter. Namun kita perlu jujur: penyair Romawi Ovidius mencatat kemungkinan lain, yaitu maiores (para sesepuh) untuk Mei dan iuniores (kaum muda) untuk Juni. Kaitan dengan dewi adalah versi yang paling lazim disebut, meski bukan satu-satunya.

Dua penguasa yang mengabadikan nama

Dua bulan berhenti memakai angka dan beralih ke nama tokoh. Juli dahulu bernama Quintilis ("kelima"), lalu diganti menjadi Julius untuk menghormati Julius Caesar, yang lahir pada bulan itu. Agustus dahulu bernama Sextilis ("keenam"), kemudian diubah menjadi Augustus untuk menghormati Kaisar Augustus. Kedua nama lama itu, Quintilis dan Sextilis, sama-sama berasal dari sistem hitung angka; bedanya, keduanya keburu diganti dengan nama tokoh. Empat bulan terakhir tidak mengalami penggantian serupa, sehingga namanya tetap berupa angka sampai hari ini.

Teka-teki September: mengapa "tujuh" jatuh di bulan kesembilan

Inilah bagian yang paling sering membingungkan. Empat nama bulan terakhir jelas berasal dari angka Latin.

| Bulan | Akar Latin | Arti angka | |---|---|---| | September | septem | tujuh | | Oktober | octo | delapan | | November | novem | sembilan | | Desember | decem | sepuluh |

Jika septem berarti tujuh, mengapa September menjadi bulan kesembilan? Jawabannya terletak pada kalender Romawi kuno yang dimulai dari bulan Maret, bukan Januari, dan awalnya hanya terdiri atas sepuluh bulan. Dengan Maret sebagai bulan pertama, hitungannya jatuh persis: September bulan ketujuh, Oktober kedelapan, November kesembilan, dan Desember kesepuluh.

Belakangan, menurut tradisi Romawi, dua bulan baru yaitu Januari dan Februari ditambahkan untuk melengkapi setahun penuh, dan pada akhirnya awal tahun resmi bergeser ke Januari. Akibatnya, keempat bulan berangka itu terdorong dua posisi ke belakang sehingga namanya tak lagi cocok dengan urutannya. Meski begitu, namanya sudah terlanjur melekat dan bertahan sampai hari ini.

Penutup

Dua belas kata yang kita ucapkan setiap hari ternyata menyimpan lapisan sejarah: dewa berwajah dua, ritual penyucian, ambisi dua penguasa, dan sisa sistem hitung kalender yang berusia ribuan tahun. Memahami asal-usulnya membuat sesuatu yang rutin terasa sedikit lebih hidup, sekaligus mengingatkan bahwa bahasa selalu membawa jejak perjalanannya sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa September berarti tujuh tetapi menjadi bulan kesembilan?
Karena kalender Romawi kuno dimulai dari bulan Maret dan hanya punya sepuluh bulan. Saat itu September memang bulan ketujuh (septem berarti tujuh). Setelah Januari dan Februari ditambahkan dan awal tahun bergeser ke Januari, urutannya maju dua posisi, tetapi namanya sudah terlanjur melekat.
Nama bulan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa apa?
Nama bulan diserap dari bahasa Belanda pada masa kolonial, dan bentuk Belanda itu sendiri berasal dari bahasa Latin. Ejaannya lalu disesuaikan dengan lafal Indonesia, misalnya Maart menjadi Maret dan December menjadi Desember.
Bulan apa yang dinamai dari nama penguasa Romawi?
Ada dua. Juli berasal dari Julius Caesar (sebelumnya bernama Quintilis), dan Agustus berasal dari Kaisar Augustus (sebelumnya bernama Sextilis).
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Etimologi

    Asal Usul Kata "Uang" dan Sederet Istilah Ekonomi Indonesia

    Setiap kali kita menyebut uang, saldo, atau saham, sebenarnya kita sedang mengucapkan potongan sejarah dagang…

    3 menit baca

  2. Etimologi

    Asal Usul Kata "Selamat" dan Akar Arab S-L-M

    Setiap pagi, jutaan orang Indonesia saling menyapa dengan kata yang sama: selamat. Kita mengucapkannya nyaris…

    3 menit baca

  3. Etimologi

    Jejak Bahasa Tamil dalam Kosakata Indonesia

    Di antara kata yang kita ucapkan tiap hari, ada beberapa yang menempuh perjalanan jauh sebelum sampai ke…

    3 menit baca