Setiap kali Anda mengetik "foto", "komputer", atau "unduh", Anda sedang memakai kata asing yang sudah dijinakkan. Bahasa Indonesia tidak pernah menolak kata dari luar; ia menyambut tamu itu, lalu merapikannya agar nyaman ditulis dan dilafalkan lidah kita. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima (EYD V) menegaskan kembali rambu-rambu penyerapan tersebut. Berikut peta ringkas yang bisa Anda pegang saat ragu.
Tiga Pintu Masuk Kata Asing
Sebuah kata asing biasanya masuk lewat salah satu dari tiga pintu. Lewat adopsi, kata diambil utuh tanpa perubahan ejaan maupun makna, karena bentuknya sudah dikenal luas dan sulit dicari padanannya. Lewat adaptasi, ejaan dan lafalnya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Lewat terjemahan, konsepnya dialihkan ke kata yang sudah ada atau sengaja diciptakan.
| Cara | Prinsip | Contoh | | --- | --- | --- | | Adopsi | diambil apa adanya | internet, monitor, radio, data | | Adaptasi | ejaan disesuaikan | computer -> komputer, structure -> struktur | | Terjemahan | dicari padanannya | download -> unduh, network -> jaringan |
Ketiganya sama-sama sah. Terjemahan sering kali menghasilkan kata yang justru terasa lebih akrab: unduh, unggah, tautan, dan surel lahir dari cara ini. Yang penting, sekali sebuah bentuk dipilih dan dibakukan, ia dipakai secara konsisten.
Menyesuaikan Bunyi Konsonan
Bagian yang paling sering menimbulkan keraguan adalah huruf konsonan. Logikanya sederhana: ejaan mengikuti bunyi yang lazim dilafalkan penutur Indonesia, bukan tampilan aslinya. Sebagian huruf berubah, sebagian lain justru dipertahankan.
| Pola asal | Menjadi | Contoh | | --- | --- | --- | | c (di depan a, o, u, konsonan) | k | construction -> konstruksi, cubic -> kubik | | c (di depan e, i) | s | central -> sentral | | ch (berbunyi k) | k | technique -> teknik, chlorine -> klorin | | ph | f | photo -> foto, phase -> fase | | th | t | method -> metode, theory -> teori | | q | k | quality -> kualitas, frequency -> frekuensi | | x (bukan di awal kata) | ks | taxi -> taksi, complex -> kompleks |
Di sisi lain, ada konsonan yang sengaja dijaga tetap. Huruf f tidak lagi diganti p seperti kebiasaan lama, sehingga faktor tetap faktor dan aktif tetap aktif. Huruf v pun dipertahankan: vitamin, televisi, dan aktivitas ditulis dengan v, bukan f.
Dua gabungan huruf, kh dan sy, dipakai khusus untuk serapan dari bahasa Arab. Huruf kh muncul pada kata seperti khusus, akhir, dan tarikh, menggantikan ejaan lama yang dulu sempat menuliskannya "ch". Huruf sy hadir pada syarat, syukur, dan masyarakat.
Akhiran yang Berganti Wujud
Selain konsonan tunggal, akhiran asing juga punya padanan yang cukup ajeg. Menghafal tiga pola berikut saja sudah menutup sebagian besar kasus sehari-hari.
| Akhiran asal | Menjadi | Contoh | | --- | --- | --- | | -tion | -si | action -> aksi, information -> informasi | | -ity | -itas | quality -> kualitas, university -> universitas | | -ic | -ik | music -> musik, electronic -> elektronik |
Begitu polanya melekat, kata yang tampak rumit pun mudah ditebak. "Communication" hampir pasti menjadi komunikasi, "reality" menjadi realitas, dan "classic" menjadi klasik. Anda tidak perlu menghafal satu per satu; cukup mengenali ujung katanya.
Ketika Bentuk Lama Masih Bertahan
Kaidahnya rapi, tetapi kenyataan berbahasa tidak selalu seragam. Sejumlah bentuk lama atau keliru masih beredar luas, bahkan di media arus utama dan dokumen resmi.
| Bentuk baku | Yang masih sering muncul | | --- | --- | | aktivitas | aktifitas | | praktik | praktek | | analisis | analisa | | risiko | resiko | | November | Nopember |
Kehadiran bentuk lama ini wajar. Bahasa berubah lebih lambat daripada aturannya, dan kebiasaan sulit dihapus dalam semalam. "Aktivitas", misalnya, kerap tertukar dengan "aktifitas" karena banyak orang lupa bahwa kata asalnya, activity, berhuruf v. Yang bisa kita lakukan adalah memilih bentuk baku secara sadar. Ketika ragu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi rujukan terakhir: bila sebuah bentuk tidak tercatat di sana, besar kemungkinan ia versi lama yang belum disesuaikan.
Menyerap kata asing bukan tanda bahasa yang lemah, melainkan bahasa yang hidup dan cukup percaya diri untuk tumbuh. Dengan mengenali polanya, kita bisa menulis konstruksi, kualitas, dan metode tanpa ragu, sekaligus paham betul mengapa foto tidak lagi perlu ditulis photo.