Loncat ke konten
artikata.id
  1. a
  2. b
  3. c
  4. d
  5. e
  6. f
  7. g
  8. h
  9. i
  10. j
  11. k
  12. l
  13. m
  14. n
  15. o
  16. p
  17. q
  18. r
  19. s
  20. t
  21. u
  22. v
  23. w
  24. x
  25. y
  26. z

Umum· 3 menit baca

Kalimat Langsung dan Tak Langsung: Aturan Tanda Baca dan Cara Mengubahnya

Panduan ringkas membedakan kutipan persis dan laporan ulang, lengkap dengan aturan tanda petik serta tabel perubahan kata ganti dan keterangan waktu.

Oleh

Setiap hari kita menirukan ucapan orang lain, entah saat bercerita kepada teman atau menulis laporan. Ada dua cara melakukannya: mengutip persis kata demi kata, atau melaporkannya kembali dengan bahasa sendiri. Pilihan itu bukan sekadar selera, sebab masing-masing punya aturan tanda baca dan tata kata yang berbeda. Menguasai perbedaannya membuat tulisan lebih rapi sekaligus menjaga kita dari salah kutip.

Dua cara menyampaikan ucapan

Kalimat langsung mengutip secara persis apa yang diucapkan seseorang. Karena kata-katanya disalin apa adanya, petikannya selalu diapit tanda petik. Kalimat tak langsung sebaliknya: ia melaporkan kembali isi ucapan tanpa menyalin kata demi kata. Tanda petik dilepas, dan sering muncul konjungsi bahwa sebagai penghubung.

Perhatikan pasangan berikut:

  • Langsung: Rina berkata, "Saya lelah hari ini."
  • Tak langsung: Rina berkata bahwa dia lelah hari itu.
Bagian "Rina berkata" disebut kalimat pengiring, sedangkan bagian yang dikutip disebut petikan. Keduanya selalu hadir bersama-sama.

Aturan tanda baca kalimat langsung

Di sinilah kekeliruan paling sering terjadi. Ada tiga hal yang perlu dijaga: posisi tanda petik, huruf kapital di awal petikan, dan tanda koma pemisah.

Ketika pengiring mendahului petikan

Jika kalimat pengiring berada di depan, bubuhkan koma sesudahnya, lalu buka tanda petik. Huruf pertama petikan ditulis kapital, dan tanda akhir kalimat diletakkan di dalam tanda petik.

  • Ibu berkata, "Adik harus rajin belajar."
  • Bu Sari bertanya, "Siapa yang belum mengumpulkan tugas?"

Ketika petikan mendahului pengiring

Jika petikan berada di depan, tanda akhirnya tetap berada di dalam tanda petik. Untuk kalimat berita, titik diganti menjadi koma, lalu kata pengiring sesudahnya ditulis dengan huruf kecil.

  • "Adik harus rajin belajar," kata Ibu.
  • "Siapa yang belum mengumpulkan tugas?" tanya Bu Sari.
Tanda tanya dan tanda seru tidak ikut berubah menjadi koma; keduanya tetap dipertahankan.

| Pola | Contoh | | --- | --- | | Pengiring lalu petikan | Ayah berkata, "Kita berangkat pagi." | | Petikan lalu pengiring | "Kita berangkat pagi," kata Ayah. | | Petikan terpotong | "Kita berangkat," kata Ayah, "sebelum matahari terbit." |

Titik dua pada naskah dialog

Dalam narasi biasa, pemisah petikan adalah koma. Tanda titik dua dipakai ketika percakapan ditulis dalam format naskah drama, yaitu sesudah nama pelaku, misalnya Sinta: "Aku menunggumu sejak tadi."

Mengubah langsung menjadi tak langsung

Prosesnya dapat ditempuh dalam empat langkah:

1. Hilangkan tanda petik beserta koma pengiringnya. 2. Tambahkan konjungsi yang sesuai: bahwa untuk pernyataan, agar atau supaya untuk perintah, dan apakah untuk pertanyaan ya-tidak. 3. Sesuaikan kata ganti orang mengikuti sudut pandang pelapor. 4. Sesuaikan keterangan waktu dan tempat.

Khusus kalimat tanya, bedakan dua jenisnya. Pertanyaan ya-tidak memakai apakah, sedangkan pertanyaan yang memakai kata tanya seperti siapa, apa, atau kapan cukup mempertahankan kata tanyanya tanpa apakah. Contohnya, Guru bertanya, "Siapa yang terlambat?" berubah menjadi Guru menanyakan siapa yang terlambat.

Perubahan kata ganti

Kata ganti bergeser tergantung siapa yang melapor kepada siapa. Kuncinya, tempatkan diri sebagai pihak yang melaporkan, bukan sebagai pihak yang diucapkan; dari sudut itu pelaku ucapan berubah menjadi orang ketiga. Berikut pola yang lazim ditemui:

| Kalimat langsung | Kalimat tak langsung | | --- | --- | | aku, saya | dia, ia | | kamu, engkau | saya, dia | | kita | kami, mereka | | -ku, -mu | -nya |

Perubahan keterangan waktu dan tempat

| Langsung | Tak langsung | | --- | --- | | sekarang | saat itu | | hari ini | hari itu | | besok | keesokan harinya | | kemarin | sehari sebelumnya | | di sini | di sana |

Terapkan pada contoh berikut:

  • Langsung: Doni berkata, "Aku akan menyelesaikan laporan ini besok."
  • Tak langsung: Doni berkata bahwa dia akan menyelesaikan laporan itu keesokan harinya.
  • Langsung: Ani bertanya, "Apakah kamu sudah membaca suratku?"
  • Tak langsung: Ani bertanya apakah saya sudah membaca suratnya.

Kesalahan yang sering muncul

Beberapa jebakan kerap berulang. Menaruh titik di luar tanda petik adalah yang paling umum; dalam ejaan bahasa Indonesia, tanda akhir kalimat berada di dalam petik. Kesalahan lain adalah masih memasang tanda petik pada kalimat tak langsung, lupa mengganti kata ganti sehingga laporan terdengar rancu, atau menulis huruf kapital pada kata pengiring yang mengikuti petikan.

Menguasai keduanya bukan soal menghafal, melainkan membiasakan mata membaca ulang sebelum menekan titik terakhir. Sekali kaidahnya melekat, setiap kutipan dalam tulisan Anda akan terbaca bersih, tepat, dan nyaman diikuti.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung?
Kalimat langsung mengutip ucapan persis seperti aslinya dan diapit tanda petik, sedangkan kalimat tidak langsung melaporkan ulang isi ucapan tanpa tanda petik dan sering memakai konjungsi bahwa disertai penyesuaian kata ganti serta keterangan waktu.
Apakah kalimat tidak langsung memakai tanda petik?
Tidak. Tanda petik hanya dipakai pada kalimat langsung. Pada kalimat tidak langsung tanda petik dilepas, lalu ucapan dilaporkan dengan kata ganti dan keterangan waktu yang disesuaikan.
Di mana letak tanda titik pada kalimat langsung?
Tanda titik diletakkan di dalam tanda petik, tepat sebelum tanda petik penutup. Contohnya, Ibu berkata, "Adik sudah tidur."
Diterbitkan — Diperbarui

Artikel Lain

  1. Umum

    Kalimat Verbal dan Nominal: Mengenal Kalimat dari Jenis Predikatnya

    Coba perhatikan dua kalimat ini: "Adik menangis" dan "Ayahnya guru." Keduanya utuh dan benar, tetapi…

    3 menit baca

  2. Umum

    Tanda Hubung (-) menurut EYD V: Fungsi Lengkap dan Beda dengan Tanda Pisah

    Tanda hubung tampak sepele: hanya satu garis pendek yang mudah diabaikan. Namun garis kecil inilah yang…

    3 menit baca

  3. Umum

    Kerja Sama atau Kerjasama? Aturan Gabungan Kata Menurut EYD V

    "Kerja sama" atau "kerjasama"? "Tanggung jawab" atau "tanggungjawab"? Pertanyaan sederhana ini muncul hampir…

    4 menit baca